Dokter Dipolisikan Usai Pasien Tewas Pascapersalinan, Dinkes Sumsel Buka Suara
PALEMBANG, DETIK INI JUGA — Seorang dokter dilaporkan ke polisi setelah seorang ibu meninggal dunia beberapa jam usai menjalani persalinan di sebuah rumah sakit di Sumatera Selatan. Laporan resmi di...
PALEMBANG, DETIK INI JUGA — Seorang dokter dilaporkan ke polisi setelah seorang ibu meninggal dunia beberapa jam usai menjalani persalinan di sebuah rumah sakit di Sumatera Selatan. Laporan resmi diterima kepolisian setempat pada Senin malam, menuding adanya dugaan malapraktik yang berujung fatal.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial KA (28) menjalani persalinan normal pada Minggu pagi. Proses persalinan awalnya berjalan lancar, namun kondisi korban tiba-tiba menurun drastis beberapa jam kemudian. Pihak keluarga menyebut korban mengalami pendarahan hebat yang tidak segera ditangani secara optimal.
Saksi mata dari pihak keluarga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa tim medis terlambat merespons kondisi darurat tersebut. “Kami sudah berteriak minta tolong, tapi responsnya lambat. Akhirnya ibu dan bayi tidak tertolong,” ujarnya dengan nada getir.
- Korban: KA (28), ibu muda asal Palembang
- Waktu kejadian: Minggu pagi, beberapa jam pascapersalinan normal
- Penyebab kematian sementara: Pendarahan hebat yang tidak tertangani
- Terlapor: Dokter penanggung jawab persalinan
- Status laporan: Diterima SPKT Polda Sumsel, Senin malam
Dinkes Sumsel Ambil Sikap
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, dr. Lestari Nuraini, M.Kes., menyatakan pihaknya akan melakukan investigasi internal. “Kami sudah membentuk tim untuk menelusuri standar prosedur operasional yang dijalankan. Jika terbukti ada kelalaian, kami tidak akan segan memberikan sanksi tegas,” tegasnya dalam konferensi pers virtual, Selasa siang.
Ia menambahkan, Dinkes akan berkoordinasi penuh dengan kepolisian dan organisasi profesi. Langkah awal adalah mengamankan rekam medis dan meminta keterangan seluruh tenaga medis yang bertugas saat kejadian. “Kami ingin memastikan keadilan bagi keluarga korban dan juga menjaga marwah profesi kedokteran,” lanjutnya.
Sementara itu, pihak rumah sakit belum memberikan pernyataan resmi. Manajemen RS hanya menyampaikan belasungkawa dan berjanji akan bekerja sama dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama di media sosial. Warganet ramai menuntut transparansi dan keadilan. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan ahli untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana dalam kejadian tersebut.
Baca juga:
Comments (0)