Desa Yosowilangun Gresik Resmi Jadi Percontohan Antikorupsi
GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik resmi menetapkan Desa Yosowilangun sebagai kandidat utama percontohan nasional dalam program Desa Antikorupsi. Langkah ini menjadi tonggak baru upaya membangun t...
GRESIK — Pemerintah Kabupaten Gresik resmi menetapkan Desa Yosowilangun sebagai kandidat utama percontohan nasional dalam program Desa Antikorupsi. Langkah ini menjadi tonggak baru upaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan transparan di wilayah Jawa Timur.
Komitmen Baru Tata Kelola Bersih
Penunjukan ini bukan sekadar seremoni. Desa Yosowilangun dinilai telah menunjukkan fondasi kuat dalam menerapkan prinsip-prinsip integritas, mulai dari keterbukaan anggaran hingga pelibatan warga secara aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan. Program Desa Antikorupsi sendiri merupakan inisiatif strategis yang mendorong desa-desa untuk mengadopsi sistem pengelolaan keuangan negara yang akuntabel dan bebas dari praktik korupsi.
BACA JUGA: Gresik Perkuat Pengawasan Dana Desa
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gresik mengonfirmasi bahwa pemilihan Yosowilangun telah melalui proses evaluasi ketat. Sejumlah indikator menjadi acuan, termasuk kualitas laporan pertanggungjawaban dana desa, efektivitas sistem pengaduan masyarakat, serta rekam jejak kepemimpinan perangkat desa setempat. "Desa ini memperlihatkan komitmen nyata. Kami optimistis mereka bisa menjadi model bagi 356 desa lainnya di Gresik," ujar pejabat terkait dalam keterangan resmi, Senin (27/7).
Pilar Utama Desa Antikorupsi
Program percontohan ini bertumpu pada lima pilar fundamental yang wajib diimplementasikan oleh Desa Yosowilangun:
- Transparansi Anggaran: Seluruh alokasi dan realisasi dana desa dipublikasikan secara terbuka melalui papan informasi desa dan kanal digital, sehingga warga dapat memantau langsung penggunaan setiap rupiah.
- Partisipasi Publik: Musyawarah desa tidak lagi menjadi formalitas. Warga didorong untuk aktif mengawasi dan memberikan masukan terhadap setiap proyek pembangunan yang berjalan.
- Pengawasan Berlapis: Selain auditor internal, desa ini akan melibatkan elemen masyarakat sipil, pendamping desa, serta aparat penegak hukum dalam mekanisme pengawasan rutin.
- Penegakan Aturan Tegas: Setiap pelanggaran prosedur akan ditindak tanpa kompromi, menciptakan efek jera bagi pihak yang mencoba menyalahgunakan wewenang.
- Pendidikan Integritas: Perangkat desa dan kader masyarakat mendapat pelatihan antikorupsi secara berkala untuk membangun budaya sadar risiko sejak dini.
Langkah ini kian krusial mengingat alokasi dana desa di Kabupaten Gresik tahun berjalan mencapai angka yang signifikan. Tanpa pengawasan ketat, potensi kebocoran anggaran tetap menjadi ancaman serius yang dapat menghambat pembangunan di tingkat akar rumput.
Efek Domino bagi Desa Lain
Keberhasilan Yosowilangun sebagai desa percontohan diyakini akan memicu efek domino. Desa-desa tetangga diharapkan termotivasi untuk mereplikasi sistem serupa tanpa harus menunggu instruksi dari pusat. Pemerintah kabupaten telah menyiapkan roadmap jangka pendek yang mencakup bimbingan teknis, pendampingan intensif, serta penghargaan bagi desa-desa dengan tata kelola terbaik.
Warga Yosowilangun menyambut positif penetapan ini. Seorang tokoh masyarakat setempat menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program tersebut. "Kami ingin membuktikan bahwa desa kami layak menjadi contoh. Transparansi itu bukan beban, tapi justru melindungi kami dari tuduhan yang tidak benar," ucapnya saat ditemui di balai desa.
Saat ini, tim fasilitator dari Pemkab Gresik telah turun ke lapangan untuk melakukan assessment lanjutan dan memastikan seluruh infrastruktur pendukung, termasuk sistem informasi desa dan mekanisme pelaporan, telah berfungsi optimal. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, Desa Yosowilangun akan segera dikukuhkan sebagai proyek percontohan resmi dalam beberapa pekan ke depan.
Comments (0)