Sep 17, 2026
Hukum

DEPOK — Bakul Budaya Nusantara Kenalkan Tenun Kalimantan di HUT ke-4

Komunitas Bakul Budaya Nusantara (BBN) merayakan hari jadi yang ke-4 sekaligus memperingati Hari Tenun Nasional 2026 dengan menggelar perhelatan budaya ber

DEPOK — Bakul Budaya Nusantara Kenalkan Tenun Kalimantan di HUT ke-4

Komunitas Bakul Budaya Nusantara (BBN) merayakan hari jadi yang ke-4 sekaligus memperingati Hari Tenun Nasional 2026 dengan menggelar perhelatan budaya bergengsi. Berfokus pada kekayaan warisan Nusantara dari pulau Borneo, acara ini sukses menyedot perhatian publik melalui kehadiran para penampil seni, perajin, dan pencinta kain tradisional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung apresiasi seni, melainkan juga momentum strategis untuk merevitalisasi keberadaan tenun tradisional Kalimantan di tengah arus modernisasi mode global.

Dalam rangkaian perayaan tersebut, BBN menyajikan ragam atraksi budaya yang memukau. Penonton disuguhkan tarian adat Dayak yang dinamis, pertunjukan alunan musik tradisional instrumen Sampe yang magis, hingga peragaan busana yang memamerkan lebih dari 15 motif tenun langka khas Kalimantan. Sebanyak lebih dari 100 seniman, perajin, dan penggiat budaya terlibat aktif dalam mengkurasi karya-karya unggulan ini. Kolaborasi lintas generasi tersebut menegaskan komitmen BBN dalam menjaga api kelestarian budaya Indonesia agar tetap menyala pesat.

Dampak Ekonomi Kreatif dan Strategi Pelestarian Wastra Kalimantan

Penyelenggaraan acara ini memberikan dampak signifikan terhadap penguatan narasi kebudayaan nasional. Selama ini, perhatian publik urban kerap terpusat pada kain batik, sementara khazanah wastra tenun dari luar Pulau Jawa, khususnya Kalimantan, membutuhkan panggung eksposisi yang lebih masif. Melalui integrasi antara seni pertunjukan dan pameran interaktif, BBN berhasil membuka mata masyarakat akan tingginya nilai estetika, kerumitan teknik pembuatan, serta kedalaman filosofis kain tenun khas Kalimantan.

Penguatan apresiasi terhadap wastra nusantara ini dinilai mampu mendorong ekosistem ekonomi kreatif di tingkat tapak. Dengan terbukanya akses pasar yang lebih luas di kawasan metropolitan, para perajin tenun di pedalaman Kalimantan memperoleh kepastian ekonomi untuk terus memproduksi kain tradisional secara berkelanjutan.

“Tenun Kalimantan bukan sekadar helai kain biasa, melainkan lembaran benang yang merajut identitas, sejarah, dan spiritualitas masyarakat Borneo. Melalui selebrasi ini, kita memastikan warisan leluhur tidak tenggelam oleh zaman, sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi para penenun perempuan di pelosok desa,” ujar perwakilan senior Bakul Budaya Nusantara.

Untuk memberikan gambaran mengenai keberagaman tekstil khas Kalimantan yang dipamerkan dalam perhelatan ini, berikut adalah tabel perbandingan antara dua jenis tenun utama yang menjadi sorotan:

Kategori Wastra Bahan Baku Utama Ciri Khas Motif
Tenun Ulap Doyo Serat daun Doyo (Curculigo latifolia) Motif flora, fauna, dan mitologi Dayak Benuaq dengan warna alami gelap.
Tenun Ikat Dayak Benang katun atau sutra Polapola geometris tegas, simbol keberanian, dan identitas kesukuan.

Melalui kesuksesan selebrasi HUT ke-4 ini, Bakul Budaya Nusantara membuktikan bahwa gerakan berbasis komunitas mampu menjadi benteng pertahanan kebudayaan nasional yang kokoh. Di masa depan, BBN berkomitmen untuk terus merangkul lebih banyak daerah di Indonesia guna mengeksplorasi dan mempromosikan kekayaan budaya lokal yang belum terekspos secara optimal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User