Bupati Sukoharjo Dijerat KPK, Terima Setoran Rp 2,9 M
BARU SAJA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan terhadap jajarannya sendiri. Dua bawahannya turut dijerat dalam kasus yang m...
BARU SAJA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan terhadap jajarannya sendiri. Dua bawahannya turut dijerat dalam kasus yang mengumpulkan dana ilegal hingga miliaran rupiah ini.
Penetapan tersangka diumumkan beberapa menit lalu oleh lembaga antirasuah setelah serangkaian pemeriksaan intensif. Total setoran yang berhasil dikonfirmasi mencapai angka mengejutkan: Rp 2,93 miliar. Dana ini diduga berasal dari praktik pungutan sistematis terhadap para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Skandal Pemerasan Sistematis
Berdasarkan hasil penyelidikan, praktik kotor ini berlangsung dalam periode tertentu dengan modus pemotongan anggaran dan permintaan setoran berkala. Etik Suryani tidak beroperasi sendirian. Dua bawahannya ikut menjadi tersangka karena peran aktif dalam mengumpulkan dan mengelola aliran dana haram tersebut.
KPK mengungkapkan bahwa dana setoran mengalir secara terstruktur. Para anak buah dipaksa menyetor sejumlah uang dengan ancaman mutasi atau pencopotan jabatan. Skema ini menciptakan budaya ketakutan di internal pemerintah daerah, sekaligus menjadi mesin uang bagi para tersangka.
- Total setoran: Rp 2,93 miliar
- Sumber dana: Pemotongan anggaran dan pungutan anak buah
- Tersangka: 3 orang, termasuk Bupati Sukoharjo
- Modus: Ancaman mutasi dan pemaksaan setoran
Barang Bukti dan Langkah Hukum
Penyidik KPK telah mengantongi bukti permulaan yang kuat. Rangkaian pemeriksaan maraton sebelumnya menghasilkan alat bukti transaksi keuangan dan komunikasi digital yang menguatkan dugaan pemerasan. Saat ini KPK sedang mempersiapkan langkah penahanan terhadap ketiga tersangka.
"Perkembangan signifikan ini merupakan hasil kerja kolektif tim penyidik," demikian pernyataan resmi KPK yang dikutip beberapa saat lalu. Publik menanti proses hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan penggeledahan lanjutan untuk menyita aset-aset terkait kejahatan ini.
UPDATE: Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan dan penyidikan KPK sepanjang tahun berjalan. Masyarakat Sukoharjo diimbau tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada lembaga antirasuah.
Pemeriksaan terhadap saksi-saksi kunci masih berlangsung. KPK memastikan akan mengusut tuntas jaringan pemerasan ini, termasuk menelusuri aliran dana ke pihak-pihak lain yang mungkin terlibat.
Comments (0)