BREAKING: Warga Bertahan di Tengah Penertiban Paksa di Karet Tengsin

BARU SAJA — Puluhan bangunan liar di atas saluran penghubung (PHB) di Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, ditertibkan petugas gabungan. Namun, warga tetap memilih bertahan dan menjalank...

Aug 07, 2026 - 05:59
0 0
BREAKING: Warga Bertahan di Tengah Penertiban Paksa di Karet Tengsin

BARU SAJA — Puluhan bangunan liar di atas saluran penghubung (PHB) di Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, ditertibkan petugas gabungan. Namun, warga tetap memilih bertahan dan menjalankan aktivitas dagang di lokasi yang sama.

Penertiban yang berlangsung sejak pagi ini memicu ketegangan. Para pedagang dan penghuni bangunan menolak dievakuasi. Mereka mengaku tidak memiliki tempat tinggal alternatif yang layak.

Kronologi Penertiban di Lokasi

Petugas Satpol PP, Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan TNI/Polri tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB. Alat berat dikerahkan untuk meratakan bangunan yang berdiri di atas saluran air vital tersebut.

Namun, sejumlah warga justru duduk di depan kios mereka. Mereka berjualan seperti biasa sambil mengawasi jalannya penertiban. Suasana tegang terlihat saat petugas mencoba membongkar atap salah satu warung.

Menurut saksi mata di lokasi, terjadi adu mulut antara pedagang dan petugas. Beruntung, tidak ada bentrok fisik yang meluas. Polisi bersenjata lengkap berjaga di setiap sudut jalan.

Fakta Kunci di Lapangan

  • Puluhan bangunan — sekitar 40 unit kios dan rumah semipermanen ditargetkan dibongkar.
  • Saluran penghubung (PHB) — bangunan berdiri di atas infrastruktur pengendali banjir yang menghubungkan Kali Krukut ke Banjir Kanal Barat.
  • Warga bertahan — mayoritas pedagang tetap membuka lapak meski alat berat sudah bersiaga.
  • Petugas siaga — 150 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan proses penertiban.
  • Protes warga — mereka meminta relokasi ke tempat yang layak sebelum bangunan dihancurkan.

Pernyataan Warga di Lokasi

Seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengatakan, "Kami tidak punya tempat lain. Ini satu-satunya sumber penghidupan. Kalau diusir, kami mau tinggal di mana?" Ucapannya disambut anggukan dari pedagang lain yang ikut bertahan.

Warga lain menambahkan bahwa mereka sudah tinggal di lokasi tersebut selama puluhan tahun. Mereka mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi yang memadai tentang larangan membangun di atas saluran air.

Dampak Penertiban

Penertiban ini menyebabkan kemacetan di Jalan Abdul Jalil. Kendaraan yang melintas harus pelan-pelan melewati area yang dipenuhi petugas dan warga. Sebagian pedagang mulai memindahkan barang dagangan mereka ke pinggir jalan.

Petugas SDA menyatakan bahwa pembongkaran ini penting untuk mencegah banjir di musim hujan. Saluran yang tersumbat bangunan liar dianggap menghambat aliran air dan memperparah genangan di Jakarta Pusat.

Namun, warga menilai penertiban dilakukan secara mendadak. Mereka menuntut pemerintah menyediakan lokasi relokasi sebelum eksekusi. Hingga berita ini diturunkan, proses pembongkaran masih berlangsung di sebagian bangunan.

Perkembangan Terkini

UPDATE — Beberapa menit lalu, satu unit warung makan berhasil dibongkar paksa. Pemiliknya sempat berupaya menghalangi, tetapi akhirnya mengalah setelah petugas bernegosiasi. Barang-barang dagangan mereka dipindahkan ke truk yang disediakan Dinas Sosial.

KONFIRMASI dari lapangan menyebutkan bahwa sebagian warga mulai mengalah dan mengosongkan bangunan. Namun, kelompok lain tetap bertahan di bagian selatan lokasi. Mereka berencana berjaga hingga malam hari.

Petugas gabungan masih bersiaga di lokasi. Mereka mengerahkan dua unit alat berat dan satu mobil pemadam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kepala Satpol PP Jakarta Pusat dijadwalkan memberikan keterangan resmi siang ini.

Penertiban di Karet Tengsin ini menjadi sorotan publik. Banyak pihak menilai pemerintah harus lebih humanis dalam menegakkan aturan, terutama saat menyangkut mata pencaharian warga kecil. Sementara itu, warga yang bertahan mengaku siap menghadapi risiko apa pun.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kesepakatan antara warga dan petugas. Proses evakuasi barang-barang masih berlangsung. Kami akan terus memantau perkembangan di lokasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User