Tangis Haru Guru Ngaji Lansia di Palembang Usai Rumah Dibedah Kapolri

PALEMBANG — Air mata seorang guru mengaji lanjut usia di Palembang tumpah tak terbendung. Rumahnya yang selama puluhan tahun berdiri dalam kondisi memprihatinkan mendadak berubah menjadi hunian yang...

Jul 13, 2026 - 18:10
0 0

PALEMBANG — Air mata seorang guru mengaji lanjut usia di Palembang tumpah tak terbendung. Rumahnya yang selama puluhan tahun berdiri dalam kondisi memprihatinkan mendadak berubah menjadi hunian yang layak dan nyaman. Keajaiban itu datang dari tangan dingin orang nomor satu di jajaran kepolisian Indonesia.

Rumah Nyaris Roboh Berubah Wajah

Selama bertahun-tahun, sang guru yang mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungannya itu tinggal di rumah berdinding anyaman bambu yang mulai lapuk. Atap bocor di mana-mana menjadi pemandangan sehari-hari. Ketika hujan turun, ia dan keluarganya harus sibuk menadahkan ember. Lantai tanah yang tak rata menambah risiko cedera, terutama bagi lansia sepertinya. Meski menjadi tempat mengajar, kondisi bangunan itu jauh dari kata layak.

Namun, dalam hitungan minggu, rumah itu disulap total. Tim dari kepolisian dikerahkan untuk merenovasi tanpa biaya sepeser pun dari sang pemilik. Dinding diganti dengan bata dan semen kokoh, atap baru dipasang rapat, lantai dikeramik, serta perabotan sederhana namun layak melengkapi ruang tamu dan kamar tidur. Tak ketinggalan, sebuah papan tulis kecil untuk mengaji disediakan agar aktivitas belajar tak terganggu.

Keajaiban yang Tak Pernah Terbayang

Bagi sang guru, bantuan ini adalah mukjizat. Dengan penghasilan pas-pasan dari mengajar dan sesekali menerima upah kecil dari tetangga, ia tak pernah bermimpi akan menempati rumah yang sehat dan aman. “Saya hanya guru ngaji kampung. Siapa yang peduli? Ternyata Allah kirim pertolongan lewat tangan Kapolri,” ucapnya lirih di sela tangis, seperti dituturkan warga sekitar.

Program bedah rumah ini memang menjadi salah satu fokus kepedulian sosial Kapolri. Sasaran utamanya adalah tokoh masyarakat yang berjasa namun hidup dalam keterbatasan, termasuk guru agama. Setelah melalui proses pendataan dan verifikasi, rumah sang guru ngaji langsung masuk prioritas. Proses pembangunan dilakukan cepat tanpa mengganggu kegiatan mengaji yang tetap berjalan di tenda darurat yang disediakan.

Simbol Polisi Merakyat

Momen haru terjadi saat kunci rumah baru diserahkan. Sang guru memeluk erat petugas dan terus mengucap syukur. Tetangga yang ikut menyaksikan pun ikut terisak. “Kami semua senang sekali. Pak Guru itu orang baik, sekarang rumahnya sudah bagus. Terima kasih banyak untuk Kapolri,” kata seorang tetangga.

Langkah ini menunjukkan wajah lain kepolisian yang tidak hanya tegas menegakkan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelayan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan, solidaritas semacam ini menjadi oase yang menyejukkan. Sang guru kini bisa mengaji dan mengajar dengan lebih tenang, tanpa khawatir atap ambruk atau angin menerobos dinding.

Program serupa dijanjikan akan terus berlanjut di berbagai wilayah, menyasar guru ngaji, marbot, dan pemuka agama lain yang belum tersentuh perhatian. Dengan demikian, kisah guru ngaji lansia di Palembang bukan sekadar tangis haru, tetapi juga panggilan untuk menebar lebih banyak kepedulian.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User