JAKARTA — BREAKING: Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut. Tidak ada opsi menghentikan program makanan bergizi untuk jutaan rakyat Indonesia itu.
Namun ada catatan keras. Misbakhun menuntut perbaikan tata kelola menyeluruh. Transparansi dan akuntabilitas disebutnya sebagai syarat mutlak.
Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah. Sasarannya jelas: anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Jangkauannya membentang dari kota besar hingga pelosok desa.
Dalam perjalanannya, program ini menghadapi sejumlah tantangan. Persoalan distribusi, kualitas menu, hingga kebersihan dapur sempat mencuat. Semua catatan itu, kata Misbakhun, harus menjadi bahan evaluasi.
Mitra SPPG Ditarik Ikut Mengawasi
Misbakhun secara khusus memanggil para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia meminta mereka aktif mengawal pembenahan sistem. Pengawasan, katanya, tidak cukup bertumpu pada satu pintu.
SPPG merupakan unit pelaksana yang mengelola dapur MBG di daerah. Unit ini bekerja sama dengan berbagai mitra. Mulai dari koperasi, yayasan, hingga pelaku usaha lokal.
Para mitra SPPG berada di garis terdepan dapur produksi. Mereka paling tahu kondisi lapangan. Karena itu, peran mereka dinilai vital untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Misbakhun mengingatkan mitra bukan sekadar pelaksana teknis. Mereka juga penjaga mutu. Setiap paket makanan yang keluar dari dapur harus memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.
Kolaborasi menjadi kunci. Semua pihak harus bergerak bersama. Tujuannya satu: MBG berjalan bersih dan tepat sasaran.
Transparansi Jadi Harga Mati
Politisi Golkar itu menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran. Setiap rupiah yang dikucurkan harus bisa dipertanggungjawabkan. Publik berhak tahu ke mana uang negara mengalir.
Dia juga menyinggung akuntabilitas pelaksanaan di lapangan. Standar gizi, kualitas bahan, hingga distribusi makanan wajib memenuhi ketentuan. Tidak boleh ada toleransi terhadap penyimpangan.
Ia mendorong sistem pelaporan berbasis digital. Data real-time membuat penyimpangan lebih cepat terdeteksi. Teknologi juga memudahkan publik ikut memantau.
Menurut Misbakhun, kepercayaan masyarakat adalah taruhannya. Sekali publik ragu, program besar ini bisa kehilangan legitimasi. Karena itu pembenahan harus dilakukan sekarang, bukan nanti.
Evaluasi dan Pengawasan Berlapis
Misbakhun mendorong evaluasi berkala terhadap seluruh SPPG. Dapur yang bermasalah harus segera dibenahi. Bila perlu, sanksi tegas diberikan kepada pihak yang lalai.
Aspek kebersihan dapur juga disorot. Peralatan masak, bahan baku, hingga karyawan wajib memenuhi standar higienis. Sertifikasi layak gizi harus menjadi syarat operasional.
Ia juga mengusulkan pengawasan berlapis. Ada pengawasan internal, pengawasan mitra, dan pengawasan masyarakat. Model ini diyakini mampu menutup celah penyalahgunaan.
Laporan dari warga, kata dia, harus ditindaklanjuti cepat. Jangan sampai keluhan menumpuk tanpa penyelesaian. Kecepatan respons menunjukkan keseriusan pemerintah.
Komisi XI Siap Mengawal dari Senayan
Sebagai Ketua Komisi XI, Misbakhun berjanji mengawal aspek anggaran MBG. Komisinya akan memantau alokasi dan penyerapan dana program. Setiap temuan akan dibawa ke meja rapat.
Dari sisi anggaran, ia meminta penyerapan dana berjalan efisien. Jangan ada anggaran mengendap tanpa realisasi. Setiap hambatan pencairan harus segera dicarikan solusi.
Ia menegaskan DPR mendukung penuh program prioritas pemerintah. Namun dukungan itu bukan berarti tanpa kritik. Fungsi pengawasan tetap dijalankan maksimal.
Misbakhun juga mengajak kementerian terkait memperkuat koordinasi. Data penerima manfaat harus akurat. Jangan sampai ada anak yang seharusnya menerima justru terlewat.
Kritik Dianggap Wajar
Misbakhun menilai kritik terhadap MBG adalah hal wajar. Justru dari kritik itulah perbaikan lahir. Pemerintah, katanya, harus terbuka terhadap masukan dari mana pun.
Masyarakat juga diminta berperan aktif. Orang tua murid bisa memantau menu yang diterima anaknya. Sekolah dapat melaporkan bila ada kendala pasokan.
Program Terus Bergulir
Misbakhun menutup pernyataannya dengan pesan optimistis. MBG akan terus bergulir menjangkau sekolah-sekolah. Perbaikan tata kelola justru membuat program ini semakin kuat.
Dia optimistis MBG mampu menjawab persoalan gizi anak Indonesia. Asalkan semua elemen menjalankan tugas dengan benar. Dan pengawasan berjalan tanpa henti.
Ia meminta semua pihak tidak ragu. Kawal bersama, benahi bersama. Makan bergizi untuk generasi emas Indonesia harus tersaji tanpa cela.
Comments (0)