BREAKING: Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin, Bukti Baru TPPU Febrie Ditemukan
BARU SAJA — Tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Tim 9) Kejagung menggeledah rumah tersangka Nurman Herin dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie ...
BARU SAJA — Tim Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Tim 9) Kejagung menggeledah rumah tersangka Nurman Herin dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Penggeledahan dilakukan Kamis siang dan sejumlah bukti berhasil diamankan.
Penggeledahan ini merupakan kelanjutan dari operasi serupa yang sebelumnya menyasar kediaman Don Ritto. Tim 9 kini memperluas penyisiran ke properti Nurman Herin yang diduga menjadi tempat penyimpanan aset hasil korupsi.
Fakta Kunci Penggeledahan
- Lokasi: Rumah Nurman Herin di kawasan Jakarta Selatan
- Durasi: Lebih dari 4 jam, mulai pukul 10.00 WIB
- Barang bukti: Dokumen kepemilikan aset, catatan transaksi mencurigakan, dan perangkat elektronik
- Status: Nurman Herin telah ditetapkan sebagai tersangka sejak pekan lalu
Menurut sumber internal Kejagung yang enggan disebut namanya, penggeledahan ini menyasar dugaan aliran dana sebesar Rp 1,2 triliun yang dikelola melalui rekening atas nama Nurman Herin. Dana tersebut diduga berasal dari penerimaan suap dan gratifikasi selama Febrie menjabat sebagai Jampidsus.
Kronologi Penetapan Tersangka
Nurman Herin resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan keterkaitan langsung antara rekeningnya dengan transaksi mencurigakan yang dilaporkan PPATK. Ia diduga menjadi orang kepercayaan Febrie untuk menampung dan memutar uang hasil kejahatan.
Penggeledahan hari ini merupakan langkah kedua setelah Tim 9 sebelumnya menggeledah rumah Don Ritto, yang juga berstatus tersangka dalam kasus yang sama. Don Ritto diduga berperan sebagai perantara penerimaan suap dari sejumlah pengusaha yang berperkara di Kejaksaan.
"Kami menemukan bukti baru yang memperkuat dugaan adanya aliran dana ke beberapa pihak lain. Pengembangan masih berjalan," ujar salah satu penyidik Tim 9 kepada wartawan di lokasi, menolak disebut namanya.
Peran Febrie Adriansyah
Febrie Adriansyah sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi yang melibatkan sejumlah pejabat Kejaksaan Agung. Ia diduga menerima uang dari pengusaha yang membutuhkan bantuan dalam penyelesaian perkara pidana.
Total aset yang telah disita Kejagung dalam kasus ini mencapai Rp 850 miliar, termasuk properti mewah, kendaraan, dan logam mulia. Penyitaan dilakukan di beberapa lokasi di Jakarta, Bekasi, dan Bali.
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, dalam keterangan resmi yang dirilis menit lalu, menegaskan bahwa operasi penggeledahan akan terus dilanjutkan hingga seluruh aset teridentifikasi. "Kami tidak berhenti sampai di sini. Semua pihak yang terlibat akan diproses hukum," tegasnya.
Saksi Mata dan Respons Warga
Sejumlah warga sekitar mengaku melihat kedatangan belasan petugas berseragam lengkap dengan membawa peralatan penyitaan. "Mereka datang sekitar jam 10 pagi, langsung masuk ke rumah Pak Nurman. Banyak kotak dibawa keluar," kata seorang saksi mata yang tinggal di dekat lokasi.
Penggeledahan berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas membawa keluar tiga kardus besar berisi dokumen dan dua unit laptop. Tidak ada perlawanan dari penghuni rumah.
Langkah Hukum Selanjutnya
Kejagung dijadwalkan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap Nurman Herin pada Senin pekan depan. Penyidik juga akan memanggil sejumlah saksi baru yang namanya muncul dari catatan transaksi yang ditemukan hari ini.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi Kejaksaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut ikut memantau perkembangan penyidikan, meski belum ada pernyataan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kuasa hukum Nurman Herin belum memberikan komentar. Namun, sebelumnya ia menyatakan kliennya akan kooperatif dalam proses hukum.
Kejagung memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai prosedur. Masyarakat diimbau tidak terpancing spekulasi yang belum terverifikasi. Perkembangan terbaru akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai.
Ini adalah perkembangan kedua dalam kasus TPPU yang mengguncang institusi Kejaksaan Agung. Publik menanti langkah tegas berikutnya dari Tim 9 untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat.
Comments (0)