BREAKING: Jampidsus Bantah Keras Isu Properti Mewah dan Bisnis

JAKARTA — BARU SAJA, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memberikan respons tegas menanggapi isu yang mengaitkan dirinya dengan kepemilikan rumah di Sentul dan aktivi...

Jul 13, 2026 - 04:45
0 0
BREAKING: Jampidsus Bantah Keras Isu Properti Mewah dan Bisnis

JAKARTA — BARU SAJA, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memberikan respons tegas menanggapi isu yang mengaitkan dirinya dengan kepemilikan rumah di Sentul dan aktivitas bisnis di Cipete. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, ia menyatakan seluruh tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya untuk mendegradasi integritas lembaga Adhyaksa yang tengah bekerja maksimal.

Situasi memanas sejak pagi tadi saat beredar spekulasi liar di kalangan media dan publik. Dokumen yang diklaim sebagai bukti transaksi properti dan laporan bisnis di Jalan Cipete sempat viral secara terbatas, memicu pertanyaan mengenai potensi benturan kepentingan di tubuh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Febrie, yang hadir dengan nada datar namun tegas, menepis narasi tersebut sebagai fitnah sistematis.

Klarifikasi Langsung di Depan Awak Media

Dalam keterangannya, ia merinci bahwa alamat di Sentul yang dimaksud bukanlah aset pribadi, melainkan properti keluarga besar yang telah dimiliki jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Jampidsus. Sementara terkait bisnis Cipete, ia membantah keras adanya keterlibatan langsung maupun tidak langsung dalam operasional usaha apa pun. “Ini adalah serangan terhadap upaya pemberantasan korupsi,” tegasnya.

Poin-poin krusial yang disampaikan dalam konferensi tersebut meliputi:

  • Status Rumah Sentul: Dikonfirmasi sebagai milik kerabat, bukan hasil gratifikasi. Proses perolehan aset telah tercatat jauh melampaui masa jabatan Febrie di tubuh Kejaksaan Agung.
  • Isu Bisnis Cipete: Dilaporkan tidak memiliki akta pendirian usaha atau saham atas nama Febrie Adriansyah. Tim inspektorat internal saat ini sedang memeriksa dokumen yang disebarkan untuk melacak sumber fabrikasi data.
  • Sikap Kelembagaan: Kejaksaan Agung siap membuka seluruh laporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) untuk diaudit publik guna memastikan tidak ada transaksi mencurigakan.

Respons Terukur di Tengah Spekulasi Liar

Sanksi tegas menanti pihak yang terbukti menyebarkan informasi palsu. “Kami sudah menginstruksikan tim siber untuk menelusuri akun-akun yang pertama kali menebar diskursus ini. Ini bukan sekadar rumor, tapi ada upaya terstruktur untuk melemahkan penegakan hukum,” tambah Febrie dengan mimik serius. Ia menolak untuk menyebutkan nama pihak yang diduga berada di balik manuver tersebut, namun memastikan bahwa bukti awal telah dikantongi.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kuasa hukum Jampidsus telah menyiapkan langkah hukum perdata dan pidana terhadap pihak-pihak yang dianggap mencemarkan nama baik. Proses evakuasi opini publik yang dinilai telah terdistorsi menjadi fokus utama dalam 24 jam ke depan. Suasana Kejaksaan Agung pada sore ini dilaporkan tetap kondusif, meskipun pengamanan di area lobi sempat ditingkatkan.

Kepercayaan publik terhadap institusi hukum menjadi taruhannya. Dengan klarifikasi ini, Kejaksaan Agung berharap agar fokus kembali diarahkan pada penanganan perkara besar yang tengah bergulir, tanpa distorsi dari isu-isu personal yang bersifat destruktif. Saksi mata internal menyebutkan bahwa selepas konferensi, Febrie langsung memimpin rapat tertutup untuk membahas percepatan penyelesaian kasus korupsi prioritas.

UPDATE MENIT LALU: Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung merilis siaran darurat yang menegaskan kembali komitmen Jampidsus dan seluruh jajarannya untuk menuntaskan pekerjaan dengan integritas tinggi, memperkuat pernyataan bahwa aset dan bisnis yang diperbincangkan tidak memiliki korelasi dengan tugas pokok penindakan pidana khusus.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User