BREAKING: Palangka Raya Terbakar, Lahan Gambut Dilalap Api
Kobaran api mengamuk di lahan gambut Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Minggu (12/7/2026). Satuan pemadam kebakaran dan prajurit TNI dikerahkan penuh. Mereka bertarung melawan si jago merah yang...
Kobaran api mengamuk di lahan gambut Kelurahan Bukit Tunggal, Palangka Raya, Minggu (12/7/2026). Satuan pemadam kebakaran dan prajurit TNI dikerahkan penuh. Mereka bertarung melawan si jago merah yang terus meluas.
Operasi pemadaman berlangsung dramatis sejak siang. Tim gabungan dari Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dan personel TNI bahu-membahu menarik slang, menyemprotkan air, dan membuat sekat bakar. Langkah ini untuk menahan laju api yang siap melalap kawasan sekitar.
Status Darurat Diperpanjang
Pemerintah Kota Palangka Raya memberlakukan status siaga darurat karhutla sejak 1 Juni hingga Agustus 2026. Keputusan ini diambil setelah puluhan titik panas muncul di berbagai lokasi dalam dua pekan terakhir.
- Status darurat berlaku untuk seluruh wilayah hutan dan lahan.
- Musim kemarau ekstrem memicu peningkatan risiko kebakaran gambut.
- 70 titik api terdeteksi satelit pada 12 Juli 2026 di Palangka Raya.
- Mayoritas titik api berada di lahan gambut dalam yang sulit dipadamkan.
Tanah gambut yang mengering seperti bubuk mesiu, mudah tersulut. Api menjalar di bawah permukaan sehingga petugas harus menyuntikkan air bertekanan tinggi ke dalam tanah. Tanpa penanganan cepat, satu titik bisa membakar hingga puluhan hektare.
Ancaman Asap dan Dampak Kesehatan
Kebakaran di Bukit Tunggal mengancam lahan seluas 20 hektare. Asap pekat mengepul, menurunkan jarak pandang di Jalan Trans Kalimantan hingga 50 meter. Warga mulai mengeluhkan iritasi mata dan sesak napas.
- Api sudah membakar sekitar 17 hektare lahan gambut.
- Ratusan lansia dan anak-anak mengalami gangguan pernapasan ringan.
- Kendaraan di jalur utama wajib menyalakan lampu pada siang hari.
Demi keselamatan, Dinas Pendidikan Palangka Raya meliburkan seluruh sekolah di Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut mulai Senin (13/7). Pemerintah membagikan ribuan masker N95 secara gratis. Posko kesehatan darurat didirikan untuk menangani korban paparan asap.
Kualitas udara pagi tadi tercatat pada level sangat tidak sehat. Indeks PM2.5 menembus 280 µg/m³, enam kali lipat di atas ambang batas aman WHO. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Pengerahan Maksimal dan Dugaan Unsur Sengaja
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat operasi darat dan udara. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk menyasar titik api di medan sulit. Lebih dari 150 personel gabungan bekerja tanpa henti.
"Ini yang terburuk dalam tiga tahun terakhir. Kami butuh dukungan semua pihak," ujar Kepala Pelaksana BPBD Palangka Raya. Relawan dari komunitas lokal, TNI, dan Polri ikut memperkuat garis pemadaman.
Di sisi lain, aparat mencurigai praktik membuka lahan dengan membakar. Patroli udara dan darat diperketat untuk mengidentifikasi pelaku. Sanksi pidana berat menanti siapa pun yang sengaja memicu kebakaran baru.
Hingga malam ini, api di Bukit Tunggal berhasil dilokalisir. Namun titik panas masih bermunculan di lokasi lain. Masyarakat diminta segera melapor jika melihat kepulan asap. Jangan biarkan Palangka Raya tenggelam dalam kabut bencana.
Baca juga:
Comments (0)