PALEMBANG, Beritatercepat — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan meluas hingga merambat permukiman warga Palembang. Sebanyak 11 kabupaten/kota kini resmi berstatus zona merah rawan kebakaran.
BREAKING: Status ini menjadikan Sumatera Selatan salah satu provinsi dengan kewaspadaan karhutla tertinggi di Indonesia saat ini. Kepulan asap tebal dilaporkan membumbung dari sejumlah titik api sejak beberapa hari terakhir.
UPDATE: Saksi mata menyebut kobaran api hanya berjarak puluhan meter dari rumah penduduk. Situasi makin mencekam saat angin kencang mengarah ke kawasan padat huni.
11 Daerah Masuk Zona Merah
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengonfirmasi 11 kabupaten/kota berstatus rawan karhutla. Penetapan ini menyusul lonjakan titik panas selama puncak musim kemarau. Seluruh daerah diminta menaikkan kesiapsiagaan ke level tertinggi.
Daerah dengan lahan gambut mendominasi peta zona merah. Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin disebut paling rentan. Palembang turut masuk daftar karena titik api bermunculan di kawasan pinggiran kota.
Data pemantauan satelit menunjukkan tren hotspot naik signifikan dalam sepekan terakhir. Angin kering mempercepat penyebaran api ke lahan semak dan perkebunan. Petugas memetakan prioritas pemadaman berdasarkan kedekatan titik api dengan permukiman.
Status siaga darurat memungkinkan bantuan pusat digelontorkan lebih cepat. Anggaran penanganan bencana bisa dicairkan segera. Logistik pemadaman juga diprioritaskan ke daerah terdampak.
Api Kepung Permukiman Warga
Di Palembang, kebakaran lahan dilaporkan merembet ke kawasan padat penduduk. Warga panik saat asap pekat menyelimuti rumah-rumah sejak pagi hari. Bau menyengat terasa hingga ke dalam rumah yang tertutup rapat.
"Apinya cepat sekali merambat. Kami siram pakai air seadanya sambil menunggu petugas," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Sejumlah keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat. Anak-anak dan lansia dievakuasi lebih dulu karena mengeluh sesak napas. Warga lain bergotong royong membuat sekat bakar sederhana di belakang rumah.
Garis polisi dipasang di sekitar lokasi kebakaran. Warga dilarang mendekat demi keselamatan. Akses jalan menuju titik api dijaga petugas.
Belum ada laporan korban jiwa hingga berita ini diturunkan. Namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Lahan sayur dan tanaman warga hangus terbakar.
Upaya Pemadaman Dikerahkan
Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni dikerahkan ke lokasi kebakaran. Pemadaman darat dilakukan dengan mesin pompa dan selang panjang. Petugas bekerja bergantian sepanjang hari.
Kendala utama adalah sumber air yang minim di sekitar lokasi. Lahan gambut yang kering membuat api mudah menyala kembali meski sempat padam. Bara di bawah permukaan gambut menjadi tantangan terberat.
Relawan masyarakat peduli api turut membantu pemadaman. Mereka membawa peralatan sederhana dan pengetahuan lokal. Koordinasi dengan tim gabungan berjalan intensif.
Opsi water bombing melalui helikopter disiapkan bila titik api makin meluas. Pemerintah daerah juga mengkaji teknologi modifikasi cuaca. Hujan buatan diharapkan bisa membasahi lahan gambut yang membara.
Kemarau Diprediksi Masih Panjang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi kemarau masih berlangsung beberapa pekan ke depan. Curah hujan sangat minim di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Suhu udara siang hari menembus 34 derajat Celcius.
Kondisi El Nino memperparah kekeringan tahun ini. Kelembapan udara rendah membuat vegetasi mudah terbakar. Warga diminta waspada penuh hingga musim hujan tiba.
Ancaman Kabut Asap dan ISPA
Dinas kesehatan meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masker N95 disarankan saat terpaksa keluar rumah. Kualitas udara dipantau setiap hari.
Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) diprediksi melonjak bila kabut asap bertahan. Puskesmas di sejumlah kecamatan disiagakan menerima pasien. Obat-obatan dan oksigen disiapkan dalam jumlah memadai.
Jarak pandang di beberapa ruas jalan menurun drastis saat pagi hari. Pengendara diminta menyalakan lampu dan mengurangi kecepatan. Sekolah-sekolah juga diimbau memantau kualitas udara harian.
Imbauan Tegas untuk Warga
Pemerintah melarang keras pembukaan lahan dengan cara membakar. Pelaku pembakaran terancam pidana sesuai Undang-Undang Lingkungan Hidup. Aparat akan menindak tegas tanpa kompromi.
Kepolisian menyelidiki penyebab sejumlah kebakaran. Sampel tanah dan abu diperiksa di laboratorium. Siapa pun yang terbukti sengaja membakar akan diproses hukum.
Warga diminta melapor ke call center darurat bila menemukan titik api baru. Respons cepat dinilai kunci mencegah kebakaran meluas. Kesadaran kolektif menjadi benteng utama pencegahan karhutla.
PERKEMBANGAN: Pantauan udara dan darat akan terus dilakukan hingga musim hujan tiba. Ikuti update terbaru hanya di Beritatercepat.
Comments (0)