Aug 24, 2026
breaking

Karhutla Kalsel Meluas, 8.900 Hektare Lahan Hangus Terbakar

BARU SAJA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kian meluas. Lahan yang terbakar mencapai 8.900 hektare, berdasarkan pendataan terbaru lembaga penanggulangan bencana nasional....

Karhutla Kalsel Meluas, 8.900 Hektare Lahan Hangus Terbakar

BARU SAJA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kian meluas. Lahan yang terbakar mencapai 8.900 hektare, berdasarkan pendataan terbaru lembaga penanggulangan bencana nasional.

Angka ini dirangkum dari pemantauan satelit dan verifikasi lapangan. Luasannya setara ribuan lapangan sepak bola. Perkembangan ini menempatkan Kalsel sebagai salah satu daerah dengan titik api terbanyak di Kalimantan. Data terbaru disampaikan menyusul melonjaknya titik panas dalam beberapa hari terakhir.

Bencana asap mulai mengganggu aktivitas warga. Sejumlah wilayah dilaporkan diselimuti kabut asap pekat. Jarak pandang di banyak titik menurun drastis. Siaga darurat tengah dipertimbangkan pemerintah daerah setempat.

Penyebaran Titik Api

Berdasarkan data pantauan, titik panas tersebar di beberapa kabupaten. Wilayah dengan luasan terbakar terbesar berada di bagian tengah dan timur provinsi. Konsentrasi titik api meningkat dalam sepekan terakhir. Angin kering mempercepat penyebaran api di lahan gambut.

Lahan gambut menjadi perhatian utama. Api di gambut sulit dipadamkan karena merambat di bawah permukaan. Pemadaman di permukaan saja tidak cukup. Tim gabungan harus membasahi lapisan gambut secara bertahap. Peningkatan titik api mengikuti pola musiman yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Upaya Pemadaman

Tim gabungan diterjunkan ke lokasi kebakaran. Personel berasal dari pemadam kebakaran, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. Mereka dilengkapi alat berat serta peralatan pemadam konvensional. Evakuasi warga dilakukan di permukiman yang terancam api.

Pemadaman dari udara atau water bombing juga dilaksanakan. Pesawat menjatuhkan air di titik api yang sulit dijangkau darat. Operasi ini sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hujan buatan direncanakan sebagai langkah berikutnya bila kekeringan berlanjut. Patroli darat dilakukan siang dan malam di area rawan.

Dampak bagi Warga

Asap karhutla berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Masker dibagikan di sejumlah sekolah dan posko kesehatan.

Aktivitas sekolah di daerah terdampak sempat terganggu. Beberapa sekolah meliburkan siswa karena kualitas udara memburuk. Kegiatan belajar mengajar dialihkan ke daring. Pemerintah daerah memantau kualitas udara setiap hari.

Lahan pertanian dan perkebunan ikut terkena dampak. Ribuan petani dilaporkan kehilangan area tanam. Kerugian ekonomi masih dihitung oleh dinas terkait. Pendataan warga terdampak dilakukan secara bertahap. Kabut asap juga mulai menyebar ke daerah tetangga. Angin membawa partikel asap melintasi batas kabupaten.

Penyebab dan Pencegahan

Musim kemarau panjang menjadi pemicu utama. Kekeringan membuat lahan mudah terbakar. Sebagian kebakaran diduga dipicu aktivitas manusia. Pembakaran lahan untuk membuka area tanam masih kerap ditemukan.

Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran terus digencarkan. Pelaku dapat dikenai sanksi pidana. Imbauan agar warga tidak membakar lahan disampaikan melalui berbagai kanal. Patroli rutin dilakukan di area rawan. Peran masyarakat dalam melaporkan titik api sangat dibutuhkan.

Perkembangan Terakhir

Update terbaru menyebutkan tim pemadam berhasil mengendalikan sebagian titik api. Namun potensi api baru masih terbuka. Kondisi angin dan suhu tinggi membuat situasi belum sepenuhnya aman. Status siaga kemungkinan diperpanjang hingga musim hujan tiba.

Warga diminta segera melapor jika melihat titik api. Laporan cepat mempercepat respons pemadaman. Kerja sama semua pihak dinilai kunci menekan luasan kebakaran. Targetnya, api dapat dipadamkan sebelum lahan bertambah hangus.

Setelah api padam, pemerintah menyiapkan program pemulihan. Lahan gambut bekas terbakar akan direstorasi. Bibit pohon disiapkan untuk penghijauan kembali. Pemulihan ekosistem diperkirakan berlangsung bertahun-tahun.

Kabar ini akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan. Pantau terus kanal kami untuk informasi terbaru. Data resmi dan perkembangan evakuasi akan diumumkan pemerintah daerah dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User