Sep 17, 2026
Nasional

BNPB — Brigjen Mochamad Arief Dorong Percepatan Pemulihan Hunian Bencana

Di tengah puing-puing reruntuhan pascabencana, harapan untuk bangkit kembali senantiasa bermula dari sebuah tempat bernaung yang aman. Bagi ribuan keluarga

BNPB — Brigjen Mochamad Arief Dorong Percepatan Pemulihan Hunian Bencana

Di tengah puing-puing reruntuhan pascabencana, harapan untuk bangkit kembali senantiasa bermula dari sebuah tempat bernaung yang aman. Bagi ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam di berbagai penjuru Nusantara, proses pemulihan sektor perumahan bukan sekadar membangun dinding dan atap, melainkan mengembalikan martabat serta ketenangan hidup. Di balik langkah strategis ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi terus menggalakkan program pemulihan hunian masyarakat yang terdampak secara cepat, tepat, dan akuntabel.

Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan pada Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat, menegaskan pentingnya integrasi antara kecepatan penanganan dan ketepatan sasaran dalam setiap proyek rekonstruksi hunian. Menurutnya, pemulihan pascabencana harus menempatkan masyarakat sebagai subjek utama, bukan sekadar penerima bantuan pasif. Pendekatan berbasis komunitas menjadi fondasi utama agar proses rekonstruksi berjalan secara inklusif dan berkelanjutan.

Strategi Percepatan dan Bangunan Tahan Bencana

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan yang dimotori oleh BNPB mengusung prinsip build back better and safer (membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman). Setiap hunian yang dibangun kembali tidak hanya dirancang untuk memenuhi standar kelayakan huni, tetapi juga dibekali dengan keandalan struktur tahan gempa. Penerapan teknologi konstruksi modern seperti Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) menjadi salah satu solusi konkret di daerah rawan bencana geologi.

"Kami tidak hanya fokus pada pemulihan fisik bangunan, tetapi juga memastikan bahwa struktur bangunan baru memiliki ketahanan tinggi terhadap potensi bencana di masa depan. Kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, serta partisipasi aktif warga melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) adalah kunci utama keberhasilan rekonstruksi ini," ujar Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat dalam keterangannya.

Tantangan di lapangan kerap muncul dari aspek verifikasi data penerima manfaat, ketersediaan lahan relokasi yang aman, hingga tata kelola logistik material bangunan. Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, BNPB menerapkan validasi data berlapis yang melibatkan pemerintah daerah dan pendamping lapangan, sehingga penyaluran dana stimulan maupun pembangunan fisik dapat meminimalisir potensi penyimpangan.

Berikut adalah skema kualifikasi dan alokasi bantuan stimulan pemulihan perumahan pascabencana yang diterapkan oleh BNPB:

Kategori Kerusakan Besaran Stimulan (Rp) Metode Pelaksanaan Target Ketahanan
Rusak Berat (RB) 50.000.000 Relokasi / Pembangunan Baru (Pokmas) Struktur Tahan Gempa / Standar RISHA
Rusak Sedang (RS) 25.000.000 Perbaikan Struktur Mandiri Terpandu Penguatan Dinding & Kolom Utama
Rusak Ringan (RR) 10.000.000 Rehabilitasi Non-Struktur Kelayakan Atap & Fasilitas Dasar

Sinergi Lintas Sektor dan Keberlanjutan Lingkungan

Keterlibatan unsur TNI dalam jajaran struktur kepemimpinan BNPB, seperti sosok Brigjen TNI Mochamad Arief Hidayat, membawa disiplin manajerial serta kecepatan eksekusi yang amat dibutuhkan dalam situasi darurat maupun pemulihan. Sinergi antara TNI, Polri, Kementerian PUPR, serta BPBD di tingkat daerah terbukti mempercepat proses pembukaan akses jalan dan penyiapan lahan relokasi bagi warga terdampak.

Selain infrastruktur fisik, aspek pemulihan psikososial dan ekonomi warga turut menjadi perhatian serius. Penataan permukiman baru dirancang agar memiliki aksesibilitas yang baik terhadap fasilitas publik seperti sekolah, pusat kesehatan, dan sarana mata pencaharian. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa warga yang direlokasi dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan mandiri tanpa diselimuti kekhawatiran akan ancaman bencana yang berulang.

Dengan komitmen yang kuat serta pengawasan ketat di setiap tahapan, Direktorat Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan BNPB terus berupaya mempercepat pemulihan perumahan pascabencana di seluruh wilayah Indonesia. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur manajemen bencana nasional yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan rakyat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User