BMKG Tetapkan 10 Kecamatan di NTB Status Waspada Kekeringan

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sepuluh kecamatan di enam kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Status...

Jul 13, 2026 - 06:25
0 0

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sepuluh kecamatan di enam kabupaten di Nusa Tenggara Barat. Status waspada ini berlaku efektif mulai hari ini seiring makin minimnya curah hujan di wilayah selatan Indonesia.

Peta Sebaran Kecamatan Terdampak

Berdasarkan analisis curah hujan dasarian terakhir, sejumlah wilayah tidak lagi mencatatkan hujan signifikan. Data satelit Himawari menunjukkan anomali suhu permukaan laut yang memperlemah pembentukan awan konvektif di atas NTB. Kepala Stasiun Klimatologi Lombok Barat mengonfirmasi, sepuluh kecamatan tersebut tersebar di:

  • Kabupaten Lombok Barat: Gerung dan Lembar.
  • Kabupaten Lombok Tengah: Praya Barat dan Janapria.
  • Kabupaten Lombok Timur: Selong dan Jerowaru.
  • Kabupaten Sumbawa: Moyo Hilir dan Utan.
  • Kabupaten Sumbawa Barat: Taliwang.
  • Kabupaten Bima: Woha.

Status waspada meteorologis ini menandakan curah hujan pada level di bawah 50 milimeter per dasarian dan diprediksi berlanjut hingga tiga dasarian ke depan. Indeks kekeringan Standardized Precipitation Index (SPI) sudah menyentuh angka minus 1,5 di beberapa titik pengamatan.

Langkah Antisipasi dan Imbauan

BMKG meminta pemerintah daerah segera melakukan evakuasi sumber daya air terbatas. Sektor pertanian lahan kering yang mengandalkan tadah hujan menjadi pihak paling rentan. Petani di Gerung dan Lembar diimbau menunda masa tanam kedua untuk menghindari gagal panen. Ketersediaan air waduk regional menyusut hingga 40 persen, sehingga opsi distribusi air bersih darurat harus disiapkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota kini dalam status siaga terbatas. Posko pemantauan kekeringan didirikan di tiap kecamatan terdampak. Kebutuhan air bersih mendesak diproyeksikan mencapai 50 ribu liter per hari untuk 120 ribu jiwa di zona waspada. BMKG menegaskan potensi kebakaran hutan dan lahan ikut naik tajam di wilayah Sumbawa dan Bima akibat vegetasi kering.

Fenomena Musim dan Prediksi

Fenomena El Niño moderat yang masih bertahan turut memperparah kemarau di selatan khatulistiwa. Awal musim hujan di NTB diprediksi mundur hingga dasarian kedua November, terlambat tiga hingga empat dasarian dari normalnya. Suhu udara maksimum harian menyentuh 35 derajat Celsius di siang hari, mempercepat laju evaporasi permukaan.

Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, tidak membakar sampah sembarangan, dan segera melapor jika sumber air utama mengering. Tim rekayasa cuaca dari BNPB kini disiagakan untuk operasi modifikasi cuaca andai kondisi terus memburuk.

Peringatan dini ini akan terus diperbarui setiap sepuluh hari melalui kanal resmi BMKG. Seluruh kepala desa di kecamatan terdampak diinstruksikan menyebarkan informasi ini seluas mungkin agar risiko bencana kekeringan dapat ditekan seminimal mungkin.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User