BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Pembersihan Internal Digelar Kilat
JAKARTA — BARU SAJA, Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi pemecatan massal terhadap 261 pegawai yang terbukti terlibat beragam pelanggaran berat. Keputusan keras itu diungkap langsung oleh Kepala...
JAKARTA — BARU SAJA, Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi pemecatan massal terhadap 261 pegawai yang terbukti terlibat beragam pelanggaran berat. Keputusan keras itu diungkap langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam jumpa pers darurat di kantornya, Senin (27/7/2026), hanya beberapa jam setelah rapat tertutup pimpinan.
Sudaryono tampak didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Wakil Kepala BGN Trenggono saat menyampaikan daftar hitam yang menjadi momentum pertama pembersihan internal lembaga baru tersebut. “Kami tidak akan menoleransi sekecil apa pun kebocoran integritas,” ujar Sudaryono dengan nada tegas, sembari membaca poin-poin pelanggaran yang ia sebut sebagai aib birokrasi.
Alasan di Balik Pemecatan Massal
Berdasarkan dokumen audit internal yang dirilis secara terbatas, sebanyak 128 pegawai dipecat karena penyalahgunaan dana operasional lapangan, terutama pada proyek distribusi Makan Bergizi Gratis di sejumlah daerah. Temuan lain mencakup 74 kasus manipulasi data penerima bantuan yang menyebabkan ratusan ribu paket gizi tidak tepat sasaran. Sisanya, yaitu 59 pegawai, dikenai sanksi terberat lantaran ketidakhadiran kronis dan terlibat praktik pungutan liar kepada pemasok bahan pangan.
Salah satu fakta paling mengejutkan, menurut Agustina Arumsari, adalah keterlibatan sejumlah pejabat eselon tiga yang justru melindungi jaringan penyelewengan di tingkat kabupaten. “Ini bukan sekadar pegawai rendahan. Ada nama-nama yang semula dipercaya menjadi ujung tombak program,” tambah Agustina, sembari memastikan bahwa proses hukum lanjutan telah dikoordinasikan dengan aparat penegak hukum.
Dampak pada Program Gizi Nasional
Pemecatan serentak tersebut memicu kekhawatiran akan terhambatnya layanan gizi, khususnya program Makan Bergizi Gratis yang sedang diperluas ke 32 provinsi. Wakil Kepala BGN Trenggono segera meredam spekulasi itu. “Nihil gangguan. Setiap pos yang kosong langsung diisi oleh tim cadangan yang sudah kami siapkan sepekan terakhir,” tegasnya. Ia bahkan merinci bahwa seluruh dana terselamatkan dari penyelewengan akan dialihkan untuk memperkuat logistik dapur umum di daerah terluar.
Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Langkah BGN ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan baru tak akan ragu menindak birokrasi gemuk yang dinilai menghambat efisiensi. Sudaryono menegaskan, rekrutmen pengganti akan dibuka secara transparan dan hanya untuk kandidat yang lolos uji integritas berlapis. “Kami akan jadikan kasus ini sebagai pelajaran pahit. Tidak ada lagi ruang bagi mereka yang menjadikan perut rakyat sebagai bancakan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pegawai yang dipecat dilaporkan telah mengosongkan ruangan dan menyerahkan aset dinas. Tim investigasi internal BGN masih bekerja memburu kemungkinan keterlibatan pihak luar, termasuk oknum distributor yang diduga menjadi mesin utama penyimpangan dana.
Comments (0)