Warga Grogol Selatan Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi

JAKARTA SELATAN, DETIK INI JUGA — Puluhan warga Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, baru saja menyelesaikan pelatihan intensif pembuatan komposter untuk mengolah sam...

Jul 28, 2026 - 04:30
0 0
Warga Grogol Selatan Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk Bernilai Ekonomi

JAKARTA SELATAN, DETIK INI JUGA — Puluhan warga Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, baru saja menyelesaikan pelatihan intensif pembuatan komposter untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos berkualitas.

Kegiatan yang digelar di aula kelurahan setempat ini merupakan bagian dari program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Dalam pelatihan tersebut, warga diajarkan teknik merancang komposter sederhana menggunakan wadah bekas seperti ember atau drum plastik, serta metode fermentasi sampah organik dengan bantuan bioaktivator.

Para peserta langsung mempraktikkan pembuatan komposter dengan memanfaatkan alat dan bahan yang disediakan, termasuk bioaktivator EM4 dan wadah komposter bertingkat. Mereka memilah sampah organik—seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering—kemudian menyusunnya secara berlapis di dalam komposter. Proses dekomposisi ini diklaim mampu menghasilkan pupuk padat dan pupuk cair dalam waktu 14 hingga 21 hari.

Selain mengurangi beban lingkungan, pupuk kompos yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi. Harga jual pupuk kompos di pasaran lokal berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Potensi pendapatan ini diharapkan menjadi insentif tambahan bagi warga untuk konsisten memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.

Fakta Kunci Pelatihan

  • Lokasi: Aula Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan
  • Peserta: 65 warga dari 12 RT
  • Instruktur: Tim Pengelolaan Sampah Dinas LH DKI
  • Materi: Pembuatan komposter, teknik pengomposan, pemilahan sampah
  • Hasil: Peserta mampu membuat komposter mandiri dan memproduksi pupuk kompos dalam 2-3 minggu

Pelatihan ini bertujuan mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang. Saat ini, sampah organik menyumbang lebih dari 60 persen total sampah rumah tangga di Jakarta. Dengan mengolahnya menjadi kompos, warga tidak hanya mengurangi beban lingkungan tetapi juga memperoleh produk bernilai tambah untuk kebutuhan tanaman sendiri atau dijual.

Menurut Kepala Seksi Kebersihan Kelurahan Grogol Selatan, program ini akan berlanjut dengan pendampingan teknis selama tiga bulan ke depan. “Kami ingin memastikan setiap peserta benar-benar bisa menerapkan ilmunya di rumah masing-masing,” ujarnya di sela kegiatan.

Warga antusias, terbukti dari banyaknya pertanyaan seputar cara mempercepat proses pengomposan dan mengatasi bau. Salah satu peserta, Ibu Ratna (45), mengatakan bahwa ia telah lama ingin mengurangi sampah dapur namun tidak tahu caranya. “Sekarang saya paham, ternyata mudah dan murah. Sampah yang tadinya jadi masalah bisa jadi emas hitam untuk tanaman saya,” katanya.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan setiap RW memiliki bank kompos pada akhir tahun 2026. Pelatihan seperti ini diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian warga dalam mengelola sampah dari sumbernya. Dengan demikian, target pengurangan sampah hingga 30 persen pada tahun 2026 dapat tercapai.

Pelatihan komposter ini menandai langkah awal transformasi pengelolaan sampah di tingkat akar rumput. Warga kini tidak lagi sekadar pembuang sampah, tetapi menjadi bagian dari solusi lingkungan yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User