BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Bersih-Bersih Total

BARU SAJA — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberhentikan 261 pegawai dalam satu gebrakan. Keputusan mengejutkan ini diumumkan langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jak...

Jul 28, 2026 - 04:34
0 0
BGN Pecat 261 Pegawai Bermasalah, Bersih-Bersih Total

BARU SAJA — Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberhentikan 261 pegawai dalam satu gebrakan. Keputusan mengejutkan ini diumumkan langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026).

Langkah Tanpa Kompromi

Didampingi dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Trenggono, Sudaryono menegaskan pemecatan massal ini bukan keputusan dadakan. “Ini hasil audit internal berbulan-bulan. Tidak ada toleransi untuk perilaku yang menggerogoti misi gizi nasional,” ujarnya dengan nada tegas.

Data yang dihimpun menunjukkan 261 pegawai terbukti melanggar disiplin berat, terlibat penyalahgunaan anggaran, dan mangkir dari tugas pokok. Sebanyak 40% di antaranya merupakan pegawai struktural di satuan kerja daerah.

Fakta Kunci Pemecatan

  • Jumlah pegawai dipecat: 261 orang, berlaku efektif hari ini.
  • Alasan utama: pelanggaran disiplin, indikasi korupsi dana operasional, dan absensi fiktif.
  • Sebaran wilayah: terbanyak di Jawa Barat (58 kasus), disusul Sumatera Utara (34 kasus).
  • Kerugian negara: estimasi awal mencapai Rp 12,7 miliar dari proyek fiktif distribusi makanan tambahan.

Bersih-bersih demi Misi

BGN merupakan lembaga vital yang menangani program gizi nasional, termasuk penyaluran bantuan pangan bagi ibu hamil dan anak stunting. Sudaryono menekankan bahwa kebocoran sekecil apa pun adalah pengkhianatan terhadap rakyat. “Kami tidak akan membiarkan institusi ini dimanfaatkan oknum. Hari ini kami tunjukkan bahwa BGN bersih dari parasit,” katanya.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus-kasus yang mengarah ke pidana. “Beberapa nama sudah kami serahkan ke kejaksaan. Proses hukum berjalan paralel,” jelasnya.

Respons Internal dan Publik

Keputusan drastis ini sontak mengejutkan ribuan pegawai BGN yang tersisa. Seorang pegawai yang enggan disebut namanya mengaku lega. “Memang sudah saatnya. Beban kerja kami jadi timpang karena oknum-oknum itu,” bisiknya. Di media sosial, warganet ramai mendukung langkah BGN. Tagar #BGNBersih sempat trending pagi ini.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik menilai pemecatan massal ini berisiko mengguncang operasional BGN dalam jangka pendek. Namun, Sudaryono optimistis. “Kami telah menyiapkan skema redistribusi tugas dan perekrutan darurat. Pelayanan gizi masyarakat tidak boleh terhenti,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, BGN masih membuka posko pengaduan internal bagi pegawai yang ingin melaporkan praktik tidak sehat. Sudaryono berjanji akan terus membongkar jaringan bermasalah tanpa pandang bulu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User