BARU SAJA: Gunung Karangetang Meletus, Lava Pijar Mengalir Deras
Detik ini juga, Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara, memuntahkan semburan lava pijar dalam erupsi yang terjadi pada Minggu malam (12/7) tepat pukul 19:14 WITA. Letusan dahsyat itu langsun...
Detik ini juga, Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara, memuntahkan semburan lava pijar dalam erupsi yang terjadi pada Minggu malam (12/7) tepat pukul 19:14 WITA. Letusan dahsyat itu langsung memicu aliran material panas yang meluncur di beberapa sektor lereng gunung, menciptakan pemandangan mengerikan di tengah gelap malam.
Detik-detik Letusan
Rekaman seismograf menunjukkan lonjakan aktivitas secara tiba-tiba. Hanya dalam hitungan menit, kubah lava bagian selatan runtuh dan melepaskan lidah api pijar sepanjang ratusan meter. Kolom asap tebal berwarna kelabu terpantau membubung hingga ketinggian 800 meter di atas puncak kawah. Warga di desa-desa sekitar langsung dikejutkan oleh gemuruh keras yang terdengar hingga radius 5 kilometer.
Data sementara mencatat:
- Waktu kejadian: 19:14 WITA (12 Juli 2025)
- Jarak luncur lava: 1,2—1,5 kilometer ke arah Kali Keting dan Kali Batu
- Tinggi kolom abu: sekitar 800 meter dari puncak
- Status akhir: Level III (Siaga)
Dampak dan Pergerakan Lava
Aliran lava pijar yang keluar dari kawah utama bergerak relatif cepat ke lereng selatan dan tenggara. Titik pantau visual mengonfirmasi bahwa lava telah memasuki lembah-lembah aliran sungai kering, meningkatkan risiko banjir lahar dingin jika terjadi hujan di puncak. Hujan abu tipis dilaporkan mulai menyelimuti permukiman di Desa Bebali dan Desa Salili, membuat warga harus mengenakan masker darurat.
Meskipun belum ada perintah evakuasi massal, sejumlah keluarga yang tinggal di radius 3 kilometer dari kawah mulai bergerak mandiri menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Aparat gabungan TNI-Polri dan BPBD dikerahkan untuk memantau jalur evakuasi serta memastikan tidak ada penduduk yang tertinggal di zona merah. Listrik di beberapa dusun terpaksa dipadamkan demi mencegah korsleting akibat hujan abu vulkanik.
Status Gunung dan Peringatan Dini
Pusat Vulkanologi langsung mempertahankan status Siaga (Level III) yang sudah berlaku sejak beberapa pekan sebelumnya. Ini berarti potensi erupsi susulan masih sangat tinggi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak, serta mewaspadai ancaman sekunder seperti gas beracun dan aliran lahar di musim hujan.
“Kami mengingatkan bahwa erupsi Gunung Karangetang sering bersifat efusif dengan aliran lava dan kadang disertai awan panas. Warga harus selalu siaga,” tegas seorang petugas pos pengamatan yang dikonfirmasi sesaat setelah letusan. Rekomendasi diperketat dengan larangan mendaki gunung sampai status diturunkan.
Sejarah dan Konteks
Gunung Karangetang merupakan satu dari tiga gunung api paling aktif di Indonesia. Letusannya yang hampir rutin setiap tahun membuat penduduk Pulau Siau terbiasa hidup berdampingan dengan ancaman vulkanik. Namun tingkat keganasan letusan malam ini tergolong mengejutkan karena kemunculan lava pijar yang langsung mengalir tanpa didahului gempa vulkanik berkekuatan besar.
Tim tanggap darurat terus memantau perkembangan aktivitas seismik yang masih menunjukkan tremor menerus dengan amplitudo fluktuatif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada korban jiwa dilaporkan, tetapi kerugian material berupa rusaknya lahan pertanian dan jalan desa mulai teridentifikasi. Operasi siaga penuh masih berlangsung; perkembangan selanjutnya akan disampaikan dalam update berikutnya.
Baca juga:
Comments (0)