Bahlil Minta Kader MKGR Evaluasi Program MBG Pemerintah
JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memerintahkan kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) untuk tidak tinggal diam. Ia minta evaluasi tajam terhadap program Makan Bergizi ...
JAKARTA — Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memerintahkan kader Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) untuk tidak tinggal diam. Ia minta evaluasi tajam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintahan Prabowo-Gibran. Sikap kritis itu dinilai wajib demi perbaikan.
Dukungan Harus Disertai Kritik
Bahlil menegaskan, dukungan penuh kepada pemerintah bukan berarti menutup mata dari kekurangan. Evaluasi konstruktif adalah bentuk loyalitas tertinggi, bukan ancaman. Ia menyampaikan hal itu saat membuka forum Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) MKGR di Jakarta, Sabtu kemarin.
"Kader MKGR harus menjadi garda terdepan yang menyampaikan fakta lapangan. Jangan hanya bertepuk tangan. Kalau ada program yang belum tepat, sampaikan. Itu tugas kita," ujar Bahlil dengan nada tegas.
Pernyataan itu sontak memicu riuh rendah tepuk tangan peserta. Banyak kader mengaku selama ini mencari celah untuk menyampaikan aspirasi akar rumput, namun khawatir dianggap berseberangan.
Sorotan Khusus pada Program MBG
Program MBG yang menjadi salah satu andalan Kabinet Indonesia Maju mendapat perhatian khusus. Bahlil secara eksplisit menyebut bahwa penyaluran makanan bergizi di sejumlah daerah masih menghadapi kendala logistik dan kualitas.
"Ada laporan porsi yang tidak standar, waktu distribusi molor, sampai target penerima yang meleset. Itu harus kita benahi bersama," bebernya.
Data sementara dari tim pemantau internal Golkar, yang dikutip Bahlil, menunjukkan setidaknya 15 persen titik distribusi MBG di wilayah Indonesia timur mengalami keterlambatan lebih dari dua jam pada dua bulan terakhir. Angka itu dianggap sebagai sinyal peringatan dini yang tak boleh diabaikan.
- Evaluasi wajib: Bahlil instruksikan pengumpulan data lapangan setiap pekan.
- Laporan berjenjang: Kader MKGR di tingkat desa hingga provinsi harus membuat catatan harian distribusi MBG.
- Rekomendasi perbaikan: Seluruh masukan akan disampaikan langsung ke kementerian terkait melalui jalur partai.
- Target 100 persen tepat sasaran: Bahlil berambisi seluruh titik bermasalah tuntas dalam tiga bulan ke depan.
Tidak Ada Ruang untuk Bisu
Sikap Bahlil ini mematahkan asumsi lama bahwa organisasi sayap partai hanya berfungsi sebagai mesin politik pemilu. Ia menekankan bahwa peran pengawasan merupakan implementasi fungsi kontrol parpol yang tertera dalam undang-undang.
"Pemerintah butuh cermin. MKGR adalah cermin itu. Kalau cerminnya buram, ya gambar yang terpantul juga keliru. Makanya saya perintahkan, tidak boleh ada kader yang takut bicara," tegas Bahlil.
Narasi itu disambut positif oleh Presidium MKGR. Mereka berjanji akan segera menyusun mekanisme kerja pengawasan terintegrasi dengan struktur pemerintahan desa hingga pusat. Langkah awal yang akan diambil adalah pembentukan posko pengaduan MBG di setiap kecamatan.
Ekspektasi Publik yang Meningkat
Langkah Bahlil menuai sorotan publik di media sosial. Tagar #MBGHarusTepatSasar sempat menjadi perbincangan hangat. Beberapa warganet mengapresiasi sikap proaktif Golkar yang dinilai tak sekadar menjadi stempel kebijakan.
"Ini yang selama ini kami tunggu. Kritik dari dalam justru menandakan sistem bekerja dengan sehat," tulis seorang pengguna akun X yang dikutip dalam unggahan resmi Golkar.
Dengan komando ini, seluruh jajaran MKGR diyakini akan menjadi ujung tombak pengawasan yang tak cuma menyasar MBG, tetapi juga program strategis lain. Bahlil pun menutup arahannya dengan pernyataan menggema: "Jangan biarkan program baik rusak karena kita malas mengawasi."
Baca juga:
Comments (0)