Sep 29, 2026
Hukum

Australia Selidiki Hilangnya Komponen Jet Tempur F-35 Milik AS

CANBERRA — Pemerintah Australia mengonfirmasi tengah membantu Amerika Serikat menyelidiki insiden hilangnya sejumlah komponen pesawat tempur siluman F-35 y

Australia Selidiki Hilangnya Komponen Jet Tempur F-35 Milik AS

CANBERRA — Pemerintah Australia mengonfirmasi tengah membantu Amerika Serikat menyelidiki insiden hilangnya sejumlah komponen pesawat tempur siluman F-35 yang salah dikirim ke Hong Kong. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut program pertahanan bernilai miliaran dolar yang melibatkan sejumlah negara sekutu.

Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Amerika Serikat dan perusahaan produsen Lockheed Martin untuk menelusuri kronologi kesalahan pengiriman tersebut. Insiden itu terjadi pada awal tahun ini, ketika sebuah kiriman komponen F-35 yang sudah tidak lagi berfungsi dari Australia seharusnya dikirim ke Amerika Serikat, namun justru dialihkan ke Hong Kong.

Kronologi Insiden Pengiriman yang Salah Arah

Menurut laporan yang pertama kali diungkap media Politico pekan lalu, komponen tersebut diangkut oleh perusahaan pihak ketiga yang ditunjuk atas nama Lockheed Martin. Hingga berbulan-bulan setelah kejadian, keberadaan komponen itu masih belum diketahui secara pasti. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana kesalahan rute pengiriman bisa terjadi.

Marles menegaskan bahwa komponen yang hilang bukanlah bagian yang bersifat sensitif. Namun, ia menolak merinci alasan di balik klasifikasi tersebut. Ketika didesak oleh jurnalis mengenai detail teknis komponen yang hilang, Marles justru menyarankan agar pertanyaan itu diajukan langsung kepada pemerintah Amerika Serikat dan Lockheed Martin.

"Kami sedang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Lockheed Martin untuk memeriksa peran kami dalam insiden ini. Komponen yang hilang tidak bersifat sensitif."

— Richard Marles, Menteri Pertahanan Australia

Kekhawatiran soal Teknologi Radar-Proof

Meski Marles menyebut komponen tersebut tidak sensitif, laporan Politico menyebutkan bahwa kiriman itu mencakup kanopi F-35 yang dilengkapi teknologi tahan radar. Hingga saat ini belum jelas komponen kanopi mana yang terlibat dalam insiden tersebut. Teknologi pada kanopi jet tempur generasi kelima ini dirancang untuk mengurangi jejak radar pesawat, sehingga menjadi salah satu bagian penting dalam kemampuan siluman F-35.

F-35 sendiri merupakan program pesawat tempur multinasional yang melibatkan sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah sekutu NATO. Jet ini diklaim sebagai salah satu pesawat tempur paling canggih di dunia dengan kemampuan siluman, sensor canggih, dan integrasi jaringan tempur modern.

  • Insiden terjadi awal tahun ini, saat komponen dari Australia dialihkan ke Hong Kong, bukan ke Amerika Serikat.
  • Pengangkutan dilakukan pihak ketiga atas nama Lockheed Martin, produsen utama F-35.
  • Komponen masih hilang berbulan-bulan setelah kejadian, memicu penyelidikan lintas negara.
  • Kanopi tahan radar disebut termasuk dalam kiriman, meski detailnya belum dipastikan.

Implikasi bagi Keamanan Rantai Pasok Pertahanan

Insiden ini menyoroti kerentanan rantai pasok industri pertahanan global, terutama untuk program senjata canggih yang melibatkan banyak negara. Kesalahan pengiriman komponen jet tempur ke wilayah yang berbeda secara geopolitik tentu menimbulkan pertanyaan mengenai prosedur pengawasan dan pengamanan logistik.

Australia menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas kejadian ini bersama mitra-mitranya. Namun, hingga kini belum ada tenggat waktu resmi kapan penyelidikan akan rampung, begitu pula apakah komponen yang hilang masih dapat dilacak keberadaannya. Pemerintah Amerika Serikat dan Lockheed Martin belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait perkembangan kasus ini.

Publik pun menanti kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan rute pengiriman tersebut, serta langkah apa yang akan diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan logistik pertahanan antarnegara memerlukan pengawasan ketat, mengingat nilai strategis dan teknologi yang terlibat di dalamnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User