Atlanta — Argentina Comeback Dramatis, Singkirkan Mesir 3-2

Argentina nyaris terhenyak di 16 besar Piala Dunia 2026 setelah tertinggal 0-2 dari Mesir hanya dalam 28 menit di Stadion Atlanta, Georgia, Selasa (7/7/202

Jul 08, 2026 - 06:34
0 0
Atlanta — Argentina Comeback Dramatis, Singkirkan Mesir 3-2

Argentina nyaris terhenyak di 16 besar Piala Dunia 2026 setelah tertinggal 0-2 dari Mesir hanya dalam 28 menit di Stadion Atlanta, Georgia, Selasa (7/7/2026) malam WIB. Namun, skuad Tango bangkit luar biasa di babak kedua dengan tiga gol untuk mengunci kemenangan 3-2 dan lolos ke perempat final.

Mimpi buruk Argentina dimulai saat Mohamed Salah mencatatkan gol kilat di menit ke-12 lewat serangan balik cepat. Hanya berselang 16 menit, Trezeguet memperbesar keunggulan menjadi 2-0 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Stadion yang didominasi pendukung netral sempat bergemuruh, sementara Lionel Messi dan rekan-rekan terlihat frustrasi.

Namun, peluit babak kedua mengubah segalanya. Lionel Scaloni memasukkan Giovani Lo Celso untuk menggantikan Enzo Fernández dan mengubah formasi menjadi 3-5-2 yang lebih ofensif. Hasilnya langsung terasa: pada menit ke-55, Julian Alvarez dijatuhkan di kotak penalti. Messi yang maju sebagai eksekutor mengecoh kiper El Shenawy, memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Gol itu membakar semangat Argentina. Delapan menit kemudian, tepatnya menit ke-63, Lo Celso melepaskan umpan lambung matang yang disundul Nicolás Otamendi untuk menyamakan skor menjadi 2-2. Stadion kembali bergemuruh, kali ini untuk tim Albiceleste. Argentina terus menekan hingga akhirnya Alejandro Garnacho mencetak gol kemenangan pada menit ke-81. Memanfaatkan umpan terobosan Lo Celso, Garnacho melakukan solo run dari sisi kiri, melewati dua bek Mesir, dan melepaskan tembakan mendatar yang tak terjangkau kiper. Skor 3-2 bertahan hingga peluit panjang.

Pelatih Scaloni usai laga mengakui perubahan taktik menjadi kunci. "Kami sempat mati, tapi para pemain menunjukkan mental baja. Masuknya Lo Celso memberi energi baru, dua assist-nya sangat vital," ujarnya. Lo Celso sendiri hanya bermain 45 menit, namun menciptakan 4 peluang dan 2 assist—statistik yang mengubah total arah pertandingan.

Analisis: Transformasi Taktik Argentina

Perbandingan statistik sebelum dan sesudah turun minum menunjukkan metamorfosis Argentina yang luar biasa:

StatistikBabak 1Babak 2
Tembakan414
Tembakan ke Gawang16
Penguasaan Bola48%65%
Umpan Berbahaya312
Dribel Sukses511
Pelanggaran Dilakukan85

Selain masuknya Lo Celso, Argentina juga mengurangi pressing agresif di awal babak kedua dan lebih merapatkan lini tengah untuk meredam serangan balik Mesir. Penempatan Garnacho di sayap kiri memaksa bek kanan Mesir keluar zona, menciptakan ruang bagi Messi dan Alvarez.

"Argentina tampil seperti dua tim berbeda. Di babak pertama mereka terlalu statis, tetapi setelah istirahat mereka bermain dengan intensitas tinggi dan determinasi yang membuat Mesir kelelahan. Keputusan Scaloni mengubah formasi adalah masterclass taktik," kata pengamat sepak bola internasional, Juan Pablo Sorín.

Kunci Kemenangan dan Catatan Penting

Kemenangan ini menghadirkan beberapa catatan statistik menonjol:

  • Messi mencetak gol ke-11 di Piala Dunia, menyamai rekor Gabriel Batistuta sebagai pencetak gol terbanyak Argentina di turnamen.
  • Garnacho menjadi pemain termuda Argentina yang mencetak gol di fase gugur sejak 2006 (berusia 21 tahun 5 bulan).
  • Argentina mencatat total 18 tembakan berbanding 7 milik Mesir, menunjukkan dominasi serangan pasca turun minum.
  • Umpan kunci Lo Celso mencapai 4, tertinggi di antara pemain pengganti di laga ini.

Dengan hasil ini, Argentina akan bertemu pemenang duel Jerman vs Kolombia di babak perempat final pada 11 Juli 2026. Sementara Mesir pulang dengan kepala tegak setelah menjadi satu-satunya wakil Afrika yang berhasil mencetak dua gol ke gawang juara bertahan di fase gugur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User