Asia Africa Festival 2026 Perkuat Kolaborasi Global Berbasis Keberlanjutan

Ribuan peserta dari 30 negara memadati kawasan Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu pagi (14/3) dalam pembukaan Asia Africa Festival 2026. Ajang dwitahunan ini resmi dibuka dengan prosesi kirab budaya yang ...

Jul 12, 2026 - 06:56
0 0

Ribuan peserta dari 30 negara memadati kawasan Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu pagi (14/3) dalam pembukaan Asia Africa Festival 2026. Ajang dwitahunan ini resmi dibuka dengan prosesi kirab budaya yang menampilkan kostum tradisional Afrika dan tarian Nusantara, menandai kembali denyut solidaritas Selatan-Selatan yang telah berusia lebih dari 70 tahun.

Napas Baru Dasasila Bandung

Lebih dari sekadar perayaan, festival ini menjadi panggung konkret untuk menjabarkan sepuluh prinsip Dasasila Bandung ke dalam aksi nyata. Berbagai sesi diskusi lintas benua menyoroti isu ketahanan pangan, transisi energi, hingga ekonomi digital inklusif. Presiden RI dalam sambutannya menekankan bahwa kerja sama Asia-Afrika tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah, melainkan harus melahirkan solusi atas tantangan kontemporer seperti krisis iklim dan kesenjangan teknologi.

Panggung Kolaborasi Multisektor

Tidak hanya dihadiri pejabat pemerintah, festival ini membuka ruang luas bagi pelaku UMKM, seniman, dan startup. Area pameran yang dinamai "Pasar Asia-Afrika" mencatat transaksi ekspor sementara senilai Rp 120 miliar pada hari pertama, dengan produk kopi, tekstil ramah lingkungan, dan kerajinan daur ulang sebagai primadona. Sementara itu, forum bisnis menghasilkan 18 memorandum kesepahaman di bidang energi surya dan pengelolaan limbah, menempatkan sektor swasta sebagai motor penggerak utama.

Menghijaukan Semangat Bandung

Benang merah yang paling mencolok tahun ini adalah keberlanjutan. Seluruh panggung festival dibangun dari material bambu dan limbah kayu daur ulang, sementara seluruh energi listrik di lokasi dipasok sepenuhnya dari panel surya. Ini bukan sekadar simbol. Workshop bertajuk "Dari Dasasila Menuju Emisi Nol" digelar selama tiga hari penuh, mempertemukan periset dari Indonesia, Ethiopia, dan Fiji untuk merancang proyek percontohan restorasi mangrove yang didanai bersama.

Antusiasme dan Optimisme Baru

Menteri Luar Negeri menyebut festival ini sebagai investasi diplomasi publik paling strategis tahun ini. Jumlah delegasi pemuda meningkat tiga kali lipat dibandingkan penyelenggaraan 2024, menandakan generasi baru yang melek isu global dan ingin terlibat langsung. Salah satu peserta, pelajar Namibia yang hadir di program pertukaran budaya, menyatakan takjub melihat ide-ide segar tentang ketahanan iklim yang justru datang dari negara berkembang. Perhelatan akan berlangsung hingga Selasa (17/3), ditutup dengan deklarasi bersama yang menegaskan komitmen pada perdagangan adil dan transfer teknologi bersih. Panitia memperkirakan total pengunjung tembus 80.000 orang, sekaligus menempatkan Bandung kembali sebagai ibu kota solidaritas global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User