Monday, 24 August 2026 | 15:30 WIB

Asap Karhutla Kepung Banjarbaru, Warga Liang Anggang Sesak Napas

BARU SAJA — Warga Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melaporkan kondisi darurat akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keluhan sesak napas mulai bermunculan di sejumlah permuk...

Aug 20, 2026 - 19:13
0 2
Asap Karhutla Kepung Banjarbaru, Warga Liang Anggang Sesak Napas

BARU SAJA — Warga Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melaporkan kondisi darurat akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keluhan sesak napas mulai bermunculan di sejumlah permukiman. Kualitas udara dilaporkan masuk kategori berbahaya.

Kabut asap tebal menyelimuti kawasan itu hampir sepanjang hari. Saksi mata menyebut jarak pandang menyusut drastis di beberapa titik. Aktivitas warga pun terganggu sejak pagi hingga malam.

Keluhan Sesak Napas di Permukiman

Seorang saksi mata mengaku kesulitan bernapas setiap kali keluar rumah. Mata perih dan tenggorokan kering menyerang dalam hitungan menit. Ia memilih berdiam di dalam rumah bersama keluarga.

Warga lain melaporkan anak-anak mengalami batuk berkepanjangan. Beberapa lansia juga mengeluhkan pusing dan nyeri dada. Mereka berharap petugas segera turun tangan menangani dampak kesehatan.

Tim kesehatan setempat dilaporkan mendirikan posko pengaduan. Warga diminta segera melapor jika mengalami gangguan pernapasan berat. Evakuasi belum dilakukan, tetapi status siaga tetap diberlakukan.

Kualitas Udara Kategori Berbahaya

Pemantauan warga menunjukkan indeks pencemaran udara terus meningkat. Level berbahaya berarti paparan asap berisiko bagi semua orang, bukan hanya kelompok rentan. Dokter menyarankan aktivitas luar ruangan dihentikan sementara.

Polusi partikel halus dari asap karhutla dapat masuk jauh ke paru-paru. Paparan singkat saja dapat memicu iritasi saluran pernapasan. Paparan berkepanjangan meningkatkan risiko penyakit paru kronis.

Kebakaran Lahan di Musim Kemarau

Kemarau panjang diduga menjadi pemicu utama karhutla di Kalimantan Selatan. Lahan gambut yang kering mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Titik api dilaporkan muncul di sejumlah lokasi sekitar Banjarbaru.

Angin membawa asap menuju permukiman padat penduduk. Polusi pun menumpuk dan tidak mudah terurai. Kondisi diperkirakan bertahan selama musim kemarau belum berakhir.

Warga mengaku telah melihat kepulan asap tebal sejak beberapa hari lalu. Mereka sempat berharap hujan turun, tetapi hingga kini belum juga terjadi. Api di sejumlah titik dilaporkan masih menyala.

Dampak pada Aktivitas Harian

Sejumlah sekolah dilaporkan menghentikan kegiatan di luar ruangan. Murid diminta belajar di dalam kelas dengan jendela tertutup. Kegiatan olahraga pagi ditiadakan demi keselamatan siswa.

Pekerja sektor informal paling terdampak karhutla ini. Pedagang pasar mengaku sepinya pembeli akibat asap tebal. Pengendara sepeda motor terpaksa melambat karena jarak pandang pendek.

Warga juga melaporkan bau menyengat yang menempel di pakaian. Beberapa keluarga membeli alat pembersih udara secara mandiri. Biaya kesehatan tambahan mulai membebani warga berpenghasilan rendah.

Upaya Pemadaman dan Bantuan

Tim pemadam kebakaran dikerahkan ke titik-titik api yang terpantau. Pemadaman dari darat dilakukan dengan peralatan seadanya. Warga diminta ikut memantau dan melapor jika muncul titik api baru.

Pemerintah daerah disebut menyiapkan bantuan masker bagi warga. Posko kesehatan darurat juga disiapkan untuk menangani keluhan pernapasan. Distribusi air bersih dilaporkan mulai berjalan di sejumlah RW.

Imbauan untuk Warga

Warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Gunakan kain basah sebagai penyaring jika masker tidak tersedia. Tutup rapat jendela dan pintu untuk mengurangi asap masuk.

Penderita asma dan penyakit paru wajib meningkatkan kewaspadaan. Segera cari pertolongan medis jika sesak napas tidak mereda. Anak-anak dan lansia sebaiknya tidak keluar rumah tanpa keperluan mendesak.

Perkembangan Terakhir

Sampai berita ini diturunkan, asap masih menyelimuti Liang Anggang. Warga berharap hujan segera turun untuk memadamkan api secara alami. Operasi pemadaman dari darat terus berjalan hingga malam.

Warga berharap pemerintah mempercepat langkah pengendalian karhutla. Pencegahan lebih baik daripada penanganan di tengah darurat. Peran semua pihak dibutuhkan agar asap segera teratasi.

Redaksi akan memperbarui berita ini seiring perkembangan di lapangan. Informasi terbaru soal kualitas udara dan respons pemerintah akan diumumkan. Pantau terus kanal ini untuk update berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User