Sep 17, 2026
Aceh

Aceh Timur — Pemkab Gencarkan Pengendalian Hama Tikus di Lahan Sawah

Hamparan hijau tanaman padi di Kabupaten Aceh Timur kini diselimuti kecemasan mendalam. Bayang-bayang ancaman gagal panen membayangi para petani lokal sete

Aceh Timur — Pemkab Gencarkan Pengendalian Hama Tikus di Lahan Sawah

Hamparan hijau tanaman padi di Kabupaten Aceh Timur kini diselimuti kecemasan mendalam. Bayang-bayang ancaman gagal panen membayangi para petani lokal setelah kawanan hama tikus sawah melancarkan serangan masif yang merusak batang-batang padi muda hanya dalam hitungan malam. Menanggapi situasi kritis ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) bergerak cepat menggelar aksi pengendalian hama secara serentak di sejumlah kawasan sentra produksi beras.

Di bawah terik matahari pagi, puluhan petani bahu-membahu menyisir pematang sawah, membawa peralatan pembakaran, pengasapan, hingga umpan beracun. Langkah darurat ini diambil demi menekan populasi pengerat yang kian tak terkendali dan berpotensi melumpuhkan ekonomi warga perdesaan yang bergantung penuh pada sektor pertanian.

Ancaman Gagal Panen di Tengah Musim Tanam

Serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer) kali ini dinilai cukup agresif. Perkembangan pesat populasi pengerat ini dipicu oleh perubahan pola cuaca yang tidak menentu serta ketidakseragaman waktu tanam di beberapa lokasi. Akibatnya, tanaman padi yang sedang memasuki masa vegetatif hingga generatif menjadi sasaran empuk.

Berdasarkan data lapangan, diperkirakan ratusan hektar lahan pertanian berisiko mengalami penurunan produktivitas secara drastis jika tidak segera ditangani secara sistematis. Serangan biasanya terjadi pada malam hari, di mana perkawanan tikus memotong pangkal batang padi hingga membusuk dan mati.

"Kami harus bertindak cepat dan serentak sebelum populasi tikus ini menghancurkan seluruh hasil jerih payah petani. Pengendalian tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus serentak di seluruh blok pengairan," tegas perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Timur di sela-sela kegiatan aksi massal.

Strategi Pengendalian Hama Terpadu dan Gropyokan Massal

Guna mengatasi krisis ini, Pemkab Aceh Timur menerapkan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Selain menggalakkan aksi tradisional seperti gropyokan atau perburuan langsung, petugas lapangan juga mendistribusikan bantuan racun tikus (rodentisida) ramah lingkungan serta sarana pengasapan emposan sulfur.

Petani diajarkan cara mengidentifikasi sarang aktif di sepanjang pematang dan tanggul irigasi untuk memastikan target penumpasan tepat sasaran. Di samping itu, upaya jangka panjang seperti pemanfaatan burung hantu (Tyto alba) sebagai predator alami juga terus didorong oleh dinas terkait.

Metode Pengendalian Cara Kerja Tingkat Efektivitas
Gropyokan & Pengasapan Perburuan massal dan pengasapan belerang di lubang aktif Tinggi pada awal musim tanam
Umpan Rodentisida Pemberian umpan beracun di area jelajah tikus Sedang - Tinggi jika serentak
Predator Alami (Tyto alba) Pemasangan pagupon burung hantu di sekitar sawah Sangat Tinggi untuk jangka panjang

Menjaga Ketahanan Pangan dan Langkah Ke Depan

Upaya masif yang dilakukan di Aceh Timur ini menjadi krusial mengingat wilayah ini merupakan salah satu penyangga ketahanan pangan utama di Provinsi Aceh. Jika produksi padi terganggu, bukan hanya kesejahteraan petani lokal yang terancam, namun juga pasokan beras regional yang dapat memicu kenaikan harga pasar.

Pemerintah daerah mengimbau agar seluruh kelompok tani tetap menjaga kekompakan dan menerapkan pola tanam serentak pada musim tanam berikutnya. Kunci utama penanggulangan hama tikus terletak pada kesadaran kolektif dan kebersihan sanitasi lingkungan sawah secara berkelanjutan, sehingga rantai makanan dan perkembangbiakan hama dapat terputus secara permanen.

Kini, dengan makin intensifnya aksi gerakan bersama ini, secercah harapan kembali membuncah di dada para petani Aceh Timur, berharap bulir-bulir padi dapat tumbuh sempurna hingga masa panen tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User