Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terus mematangkan langkah strategis dalam mengoptimalkan layanan perbankan nasional bagi masyarakat luas. Kepala Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengoordinasikan pembagian tugas operasional perbankan antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) guna mendukung percepatan program pembukaan rekening masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Dalam skema pembagian kerja tersebut, BRI ditunjuk untuk menangani pembukaan dan pengelolaan rekening masyarakat di seluruh wilayah Indonesia secara nasional. Sementara itu, BSI mendapatkan mandat khusus untuk memegang kendali operasional perbankan di Provinsi Aceh demi menyesuaikan dengan regulasi syariah yang berlaku di wilayah tersebut.
Pembagian Wilayah dan Sinkronisasi Manajemen
Rosan menegaskan bahwa jajaran direksi serta manajemen kedua bank pelat merah tersebut telah menggelar koordinasi intensif guna memastikan implementasi program berjalan mulus tanpa hambatan teknis di lapangan. Sinergi ini dirancang agar masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan yang merata dan efisien.
"Manajemen BRI dan BSI sudah berkoordinasi secara matang untuk menyiapkan seluruh instrumen pelaksanaan pembukaan rekening masyarakat. BRI akan mengurus skala nasional, sedangkan BSI secara spesifik mengelola kawasan Aceh," ujar Rosan.
Langkah ini diambil demi memaksimalkan penetrasi inklusi keuangan, mengingat kedua entitas perbankan milik negara ini memiliki keunggulan geografis dan segmentasi pasar yang saling melengkapi di tataran akar rumput.
Penegakan Qanun Syariah di Tanah Rencong
Penunjukan BSI secara eksklusif untuk Provinsi Aceh bukan tanpa alasan. Wilayah berjuluk Serambi Mekkah tersebut memiliki regulasi khusus melalui Qanun Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), yang mewajibkan seluruh transaksi perbankan dan operasional keuangan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.
Sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI dinilai memiliki kesiapan ekosistem paling solid di Aceh. Infrastruktur BSI, mulai dari jaringan kantor cabang hingga unit anjungan tunai mandiri (ATM), telah mendominasi transaksi perbankan di provinsi paling barat Indonesia tersebut sejak merger bank-bank syariah BUMN dilakukan.
Jangkauan Luas BRI di Seluruh Indonesia
Di sisi lain, mandat pembukaan rekening masyarakat secara nasional yang diserahkan kepada BRI dinilai sangat realistis. BRI memiliki jangkauan terluas hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) berkat sokongan ratusan ribu unit kerja dan jaringan keagenan perbankan tanpa kantor.
Berikut sejumlah modal utama kesiapan infrastruktur perbankan dalam agenda strategis ini:
- Jaringan AgenBRILink: Menjangkau jutaan warga pedesaan tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang fisik.
- Digitalisasi Terintegrasi: Pemanfaatan platform perbankan digital untuk mempermudah verifikasi identitas dan pembukaan rekening instan.
- Ekosistem Syariah BSI: Dukungan penuh ratusan cabang BSI di Aceh yang siap menampung lonjakan nasabah baru sesuai ketentuan regulasi daerah.
Dengan koordinasi matang yang dipimpin Danantara, integrasi pembukaan rekening perbankan ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran berbagai program strategis pemerintah serta mendongkrak tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia secara signifikan.
Comments (0)