3 Parpol Angkat Bicara Buntut Kematian Dokter Icha
Kasus meninggalnya dokter muda Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha (27) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus bergulir. Tiga partai politik yang menaungi anggota DPRD
Kasus meninggalnya dokter muda Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha (27) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus bergulir. Tiga partai politik yang menaungi anggota DPRD setempat akhirnya buka suara menanggapi insiden yang berujung pada kematian tragis tenaga medis tersebut. Pernyataan resmi ini disampaikan menyusul penetapan status tersangka dan pemeriksaan intensif yang dilakukan pihak kepolisian terhadap para wakil rakyat yang diduga terlibat.
Berdasarkan penelusuran media kami, peristiwa nahas ini bermula ketika dua anggota DPRD TTU, yakni Norbertus Tubani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Therensius Lazakar dari Partai Golongan Karya (Golkar), mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona. Kedatangan mereka terkait penanganan seorang pasien anak yang merupakan korban gigitan ular hijau. Pasien tersebut diketahui merupakan keponakan dari Therensius Lazakar yang baru saja dirujuk dari RSUD Kefamenanu.
Namun, situasi di ruang IGD dilaporkan berubah memanas. Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian memberikan keterangan bahwa kedua anggota dewan itu datang dengan kondisi yang diduga kuat di bawah pengaruh alkohol. Mereka disebut berbicara dengan nada tinggi dan melakukan intimidasi verbal kepada dr. Icha yang pada saat itu tengah menjalankan tugas pelayanan medis. Tekanan psikis yang dialami dr. Icha pasca-kejadian diduga kuat menjadi pemicu yang berujung pada keputusan korban untuk mengakhiri hidupnya beberapa jam kemudian.
Sikap Tegas Tiga Partai
Menanggapi penetapan status tersangka oleh Satreskrim Polres TTU, tiga partai politik menyatakan sikap resmi mereka. Partai Golkar melalui Ketua DPD Golkar NTT menegaskan akan menghormati proses hukum yang berjalan. Dalam pernyataannya, mereka menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum. Senada dengan itu, PKB menyatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan terjadinya insiden yang mencoreng nama baik lembaga legislatif. PKB juga menegaskan tidak akan memberikan perlindungan politik kepada kadernya yang terbukti bersalah secara hukum.
Sementara itu, NasDem yang menaungi Julius Bria Seran selaku Ketua DPRD TTU turut angkat bicara. Julius sempat diperiksa sebagai saksi kunci oleh penyidik karena berada di lokasi kejadian bersama dua rekannya. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem NTT menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya dr. Icha. Mereka juga mendorong agar kasus ini diusut tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi, mengingat besarnya perhatian publik dan duka mendalam yang dirasakan keluarga korban serta rekan-rekan sejawat di dunia kedokteran.
"Kami sangat mendukung proses hukum yang transparan. Ini adalah duka bersama. Siapa pun yang bersalah, apalagi jika sampai menyebabkan hilangnya nyawa seorang tenaga kesehatan yang sedang bertugas, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," demikian pernyataan resmi salah satu petinggi partai yang dikutip laporan media kami.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan telah memeriksa lebih dari sepuluh orang saksi. Ketiga anggota DPRD tersebut saat ini masih menjalani proses penyidikan intensif di Mapolres TTU. Keluarga korban dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah NTT terus mendesak agar para pelaku intimidasi dihukum setimpal, mengingat profesi dokter yang seharusnya dilindungi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Comments (0)