3 Karyawan Percetakan Disekap di Jakpus, Diimingi Uang Tutup Mulut Rp 1 Miliar

Jakarta - Kasus penyekapan terhadap tiga karyawan percetakan di kawasan Jakarta Pusat memasuki babak baru. Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meng

Jul 08, 2026 - 04:57
0 1
3 Karyawan Percetakan Disekap di Jakpus, Diimingi Uang Tutup Mulut Rp 1 Miliar

Jakarta - Kasus penyekapan terhadap tiga karyawan percetakan di kawasan Jakarta Pusat memasuki babak baru. Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa salah satu korban yang ditemuinya mengaku mendapatkan intimidasi serta tawaran uang tutup mulut senilai Rp 1 miliar. Tawaran tersebut diduga kuat bertujuan agar korban menghentikan upaya membawa perkara ini ke jalur hukum.

Hal ini disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (3/7/2026). Kehadirannya di sana untuk memberikan dukungan langsung kepada para korban yang disebut-sebut mengalami tekanan berlapis pasca kejadian nahas itu mencuat ke publik.

“Fakta-fakta ini juga saya temui, ada intimidasi beberapa oknum mengintimidasi untuk tidak meneruskan perkara ini,” ujar Said Iqbal dengan nada tegas, seperti dikutip oleh tim Beritatercepat.com di lokasi.

Ia menambahkan bahwa selain intimidasi, korban juga menerima tawaran uang dalam jumlah fantastis. “Korban mengaku ada pihak yang mengiming-iminginya uang sebesar Rp 1 miliar. Ini adalah upaya serius untuk menghalangi proses hukum yang seharusnya berjalan,” imbuhnya.

Korban Alami Trauma dan Tekanan

Menurut keterangan yang dihimpun Beritatercepat.com, ketiga karyawan percetakan tersebut diduga disekap oleh pihak tertentu terkait sengketa ketenagakerjaan. Selama masa penyekapan, mereka mengalami perlakuan tidak manusiawi yang mengakibatkan trauma mendalam. Salah satu korban yang telah bertemu dengan Said Iqbal bahkan mengaku masih dibayangi rasa takut untuk melapor atau memberikan keterangan lebih lanjut kepada aparat.

“Mereka ingin kasus ini berhenti begitu saja. Tapi saya sampaikan kepada para korban, jangan takut. Negara harus hadir,” tegas Said Iqbal.

Tim kuasa hukum korban juga mengonfirmasi adanya pendekatan dari oknum-oknum yang diduga mewakili pihak tertentu. Upaya pendekatan tersebut dilakukan secara langsung maupun melalui perantara, dengan iming-iming uang sebagai alat negosiasi. Namun, korban yang telah berkomunikasi dengan Said Iqbal menolak tawaran itu dan memilih untuk terus menempuh jalur hukum.

Komitmen Kawal Kasus Hingga Tuntas

Said Iqbal berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Ia juga mendesak Polda Metro Jaya untuk segera menindaklanjuti laporan korban tanpa pandang bulu, termasuk mengusut pihak-pihak yang diduga melakukan intimidasi dan percobaan suap dalam bentuk uang tutup mulut.

“Saya minta kepolisian tidak hanya mengusut penyekapan, tetapi juga mengusut oknum-oknum yang mencoba membungkam korban dengan uang Rp 1 miliar. Ini adalah pelanggaran hukum serius,” tegasnya.

Pihak kepolisian sendiri hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. Meski demikian, sumber internal di Polda Metro Jaya menyebutkan bahwa penyelidikan terhadap laporan penyekapan sudah dilakukan dan keterangan sejumlah saksi akan segera dijadwalkan.

Beritatercepat.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru kepada publik. Kasus penyekapan disertai dugaan percobaan suap untuk menutup mulut korban ini diharapkan menjadi momentum bagi penegakan hukum yang berkeadilan, terutama dalam melindungi hak-hak buruh dari aksi-aksi represif dan intimidatif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User