27 Pria Perkosa Remaja di Sampang, KPAI Desak Semua Pelaku Ditangkap
BARU SAJA — KPAI melontarkan desakan keras kepada kepolisian untuk segera meringkus 27 pria pelaku pemerkosaan terhadap seorang remaja putri berusia 15 tahun di Sampang, Madura. Kasus brutal ini men...
BARU SAJA — KPAI melontarkan desakan keras kepada kepolisian untuk segera meringkus 27 pria pelaku pemerkosaan terhadap seorang remaja putri berusia 15 tahun di Sampang, Madura. Kasus brutal ini mencuat dan langsung memicu gelombang kemarahan publik.
Desakan Tanpa Kompromi
Komisioner KPAI, Sylvana Apituley, menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun pelaku yang lolos dari jerat hukum. “Ini kejahatan luar biasa. Polisi harus bergerak cepat, menangkap semua pelaku, dan memberikan rasa aman bagi korban,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, baru beberapa menit lalu. KPAI juga meminta pendampingan psikologis intensif bagi korban yang saat ini dalam kondisi trauma berat.
Kronologi Singkat
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi pada awal pekan ini di sebuah lokasi terpencil di Kabupaten Sampang. Korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah diduga dijebak dan kemudian diperkosa secara bergilir oleh 27 pria. Kejadian ini sontak menyedot perhatian publik setelah video pengakuan salah satu pelaku viral di media sosial. Kepolisian setempat langsung membentuk tim khusus dan telah mengantongi identitas para terduga.
Fakta-Fakta Kunci
- Korban: Remaja perempuan 15 tahun, pelajar SMP.
- Jumlah pelaku: 27 pria dewasa, sebagian besar masih buron.
- Lokasi: Desa terpencil di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
- Kondisi korban: Syok berat, dalam penanganan psikolog.
- Tuntutan: Semua pelaku ditangkap dalam 1x24 jam.
Respons Aparat dan Ancaman
Kapolres setempat menyatakan telah mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan, namun belum merilis angka pasti. “Kami bergerak cepat. Beberapa terduga sudah kami kantongi identitasnya, dan pengejaran sedang dilakukan,” kata sumber kepolisian. Sementara itu, ancaman terhadap korban dan keluarga dilaporkan mulai bermunculan. Sejumlah pihak tidak bertanggung jawab diduga mencoba menekan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. KPAI mengecam keras upaya tersebut dan meminta perlindungan penuh bagi korban dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Perlindungan Korban Jadi Prioritas
Sylvana menambahkan, negara wajib hadir memastikan korban tidak kembali menjadi sasaran intimidasi. “Jangan sampai korban justru dikriminalisasi. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk pemulihan jangka panjang,” tegasnya. Pihak sekolah korban juga dilaporkan memberikan dukungan penuh dan menghentikan sementara aktivitas belajar-mengajar sang remaja. Hingga berita ini diturunkan, publik masih menanti langkah konkret aparat untuk menjerat seluruh pelaku tanpa pandang bulu.
Comments (0)