200 TNI-Polri Siaga Penuh Lokasi Bentrok Maut Tambak Menteng
BARU SAJA — Ratusan aparat gabungan langsung menutup akses dan menyisir kawasan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/7) pagi. Langkah darurat diambil hanya beberapa jam setelah bentrokan berdar...
BARU SAJA — Ratusan aparat gabungan langsung menutup akses dan menyisir kawasan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/7) pagi. Langkah darurat diambil hanya beberapa jam setelah bentrokan berdarah pecah dan merenggut korban jiwa.
Komando bersama TNI dan Polri menerjunkan 200 personel. Mereka disebar di tiga titik rawan: pertigaan masuk gang, lapangan kosong di belakang permukiman, dan bantaran kali yang menjadi lokasi awal kerusuhan. Patroli skala penuh berlangsung nonstop, didukung dua unit kendaraan taktis.
Situasi Masih Memanas
Sampai pukul 09.00 WIB, suasana belum sepenuhnya kondusif. Sejumlah warga memilih mengungsi ke masjid terdekat. Aparat menemukan senjata tajam dan botol kaca berserakan di area seluas 300 meter persegi. Garis polisi dipasang membentang 50 meter.
- Korban: Dua orang tewas di tempat, tiga luka berat dilarikan ke RSCM.
- Pemicu: Diduga sengketa lahan yang sudah memanas sejak pekan lalu.
- Pelaku: Dua kelompok warga teridentifikasi, 11 orang sudah diamankan.
Kronologi Singkat
Menurut saksi mata, bentrokan dimulai sekitar pukul 02.30 WIB. Sekelompok orang bersenjata celurit memasuki permukiman. Warga yang sudah bersiaga langsung melakukan perlawanan. Bentrokan pecah dan berlangsung selama hampir satu jam sebelum aparat tiba.
“Kami dengar teriakan, lalu suara kaca pecah. Begitu keluar, sudah banyak yang berdarah,” ujar seorang saksi yang menolak disebut namanya.
Tim Inafis dan Gegana langsung dikerahkan menyusul kabar adanya bom molotov. Penyisiran menemukan 15 botol bensin sisa yang gagal meledak. Kapolres Jakarta Pusat menegaskan tidak akan memberi ruang bagi aksi main hakim sendiri. “Ini konflik horizontal yang sudah di luar batas,” katanya dalam keterangan pers pagi tadi.
Pengamanan Maksimal
Kapolda Metro Jaya memerintahkan segera dibentuk posko terpadu di Balai Warga Tambak. Posko akan beroperasi 24 jam dengan pengawalan Brimob dan Yonif Mekanis. Langkah ini untuk memastikan tidak ada serangan balasan susulan.
Seluruh gang di Jalan Tambak diportal. Hanya penghuni tetap yang boleh masuk setelah menunjukkan KTP. Aparat memperketat pemeriksaan, menyasar kendaraan roda dua yang kerap dipakai pelaku sebagai moda penyerangan kilat.
UPDATE — Tim negosiasi dari Kesbangpol dan tokoh masyarakat mulai memfasilitasi mediasi darurat siang nanti. Mereka berharap gencatan senjata informal bisa dicapai sebelum malam tiba. Namun, hingga berita ini diturunkan, konsentrasi massa di beberapa titik masih terpantau dan aparat tetap siaga penuh.
Comments (0)