DWP Kemensos Salurkan Bantuan untuk Disabilitas Jombang via ATENSI
JOMBANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) baru saja menyalurkan bantuan strategis kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Bantuan disalurkan melal...
JOMBANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) baru saja menyalurkan bantuan strategis kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Bantuan disalurkan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang menyasar kelompok difabel yang dijuluki 'Para Tersayang'. Langkah ini dikonfirmasi sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi kelompok rentan tersebut. Penyaluran bantuan dilakukan langsung di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Jombang pada Jumat pagi, dihadiri oleh jajaran DWP Kemensos dan pejabat daerah setempat.
Fokus pada Pemberdayaan Kerajinan Tangan
DWP Kemensos menekankan bantuan ini untuk mendorong produktivitas penyandang disabilitas melalui kerajinan tangan. Dilaporkan, puluhan penerima manfaat merupakan anggota komunitas difabel yang sebelumnya mendapat pelatihan dari pendamping sosial.
Fakta kunci penyaluran bantuan:
- Penerima: 56 penyandang disabilitas fisik dan sensorik
- Bantuan: Mesin jahit, alat anyam, dan modal usaha
- Nilai total bantuan: Rp 200 juta lebih
- Produk unggulan: Tas anyaman, dompet kulit, hingga souvenir
- Target: Mendongkrak pendapatan dan mengurangi ketergantungan bantuan
Bantuan ini diberikan setelah melalui asesmen ketat oleh petugas rehabilitasi sosial. Setiap penerima memiliki rencana usaha yang disusun bersama pendamping.
Skema ATENSI Berbasis Kemitraan
ATENSI bukan sekadar pemberian alat, melainkan ekosistem rehabilitasi. Kemensos menggandeng pemerintah daerah dan lembaga swasta untuk pemasaran produk. Sumber dari Dinas Sosial Jombang menyebutkan bahwa hasil kerajinan akan ditampung oleh koperasi setempat dan dijual daring.
Mekanisme pendampingan: Pendamping sosial melakukan kunjungan rutin, memonitor produksi, dan membantu akses pasar. Setiap kelompok difabel diminta membuat laporan produksi mingguan. Kemitraan dengan platform e-commerce lokal juga dijajaki. Dinas Sosial Jombang akan memfasilitasi pelatihan digital marketing bagi kelompok difabel.
Langkah Konkret Menuju Kemandirian
Ketua DWP Kemensos, dalam rilisnya, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari filosofi "no one left behind". "Kami ingin Para Tersayang tidak lagi dipandang sebelah mata. Mereka punya potensi ekonomi yang luar biasa," ujarnya. DWP juga memastikan bantuan disertai pendampingan intensif selama satu tahun. Program ini juga mendapat dukungan dari dunia usaha, yang siap menampung hasil kerajinan untuk pasar ekspor.
Respons Positif dan Harapan
Para penerima bantuan mengaku bersyukur. Salah satu saksi mata, Siti, menyatakan, "Kami sekarang bisa produksi tas anyaman setiap hari dan hasilnya lumayan." Pasar lokal menyambut positif, dengan pesanan pertama mencapai 100 unit.
Data perkembangan:
- Omzet rata-rata per kelompok Rp 2,5 juta per bulan
- Kemitraan dengan toko oleh-oleh di Jombang dan Malang
- Rencana perluasan ke marketplace nasional
Indikator keberhasilan akan dievaluasi setiap triwulan, dengan target kemandirian penuh dalam 18 bulan.
Sementara itu, Kepala BRSPD Jombang menyatakan kesiapan untuk memperluas jangkauan hingga ke desa-desa terpencil. "Kami sudah memetakan 10 desa prioritas yang akan menjadi lokasi replikasi program," kata dia. Upaya ini sejalan dengan target Kemensos menurunkan angka kemiskinan difabel hingga 20 persen pada tahun ini.
Dengan bantuan ATENSI, diharapkan stigma negatif terhadap penyandang disabilitas terkikis. Kemensos berkomitmen untuk mereplikasi program ini ke daerah lain. UPDATE: Program serupa akan diluncurkan di Kabupaten Kediri bulan depan.
Baca juga:
Comments (0)