Khofifah Dorong Muslimat NU Kuasai Dakwah Lewat Platform Digital
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa baru saja menyerukan transformasi besar-besaran bagi Muslimat Nahdlatul Ulama. Organisasi perempuan Islam terbesar di Tanah Air ini diminta se...
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa baru saja menyerukan transformasi besar-besaran bagi Muslimat Nahdlatul Ulama. Organisasi perempuan Islam terbesar di Tanah Air ini diminta segera menguasai teknologi digital untuk menyebarkan dakwah secara masif.
Dalam pernyataannya yang disampaikan hari ini, Khofifah menegaskan bahwa era digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Muslimat NU harus mampu memanfaatkan media sosial, platform video, dan aplikasi pesan instan sebagai sarana syiar Islam rahmatan lil alamin.
- BREAKING: Khofifah minta Muslimat NU bertransformasi ke dakwah digital.
- Target: Jangkau generasi milenial dan Gen Z melalui konten kreatif.
- Instruksi: Pelatihan literasi digital segera digelar di seluruh cabang.
- Ancaman: Hoaks dan radikalisme di dunia maya harus dilawan dengan konten positif.
Transformasi Digital Jadi Keniscayaan
Khofifah, yang juga mantan Menteri Sosial, menyoroti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Menurutnya, dakwah konvensional tatap muka semakin tergerus oleh platform digital. "Muslimat NU harus hadir di ruang-ruang virtual agar pesan keislaman tidak kalah oleh narasi ekstrem," tegasnya.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 70 persen penduduk Indonesia mengakses internet melalui ponsel. Pengguna media sosial pun mencapai ratusan juta. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Muslimat NU untuk memperluas jangkauan dakwahnya.
Strategi Konkret Dakwah Digital
Orang nomor satu di Jawa Timur ini memaparkan sejumlah langkah strategis. Pertama, Muslimat NU harus membangun kanal resmi di berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Konten yang disajikan harus menarik, informatif, dan dikemas secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Aswaja.
Kedua, setiap cabang wajib memiliki tim kreatif yang terdiri dari kader muda. Mereka akan bertugas memproduksi video singkat, infografis, dan podcast bertema keagamaan. Pelatihan intensif akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan ahli di bidang komunikasi digital.
Ketiga, Muslimat NU diminta aktif melawan hoaks. "Jangan hanya menjadi penonton. Muslimat harus tampil sebagai pelurus informasi dan penjaga moral di jagat maya," ujar Khofifah.
Dukungan Penuh Pemprov Jatim
Gubernur Khofifah berkomitmen memberikan dukungan penuh. Mulai dari bantuan perangkat teknologi, pelatihan, hingga pendampingan pembuatan konten. Beberapa pesantren binaan Muslimat NU juga akan dilengkapi studio mini untuk produksi dakwah digital.
Program ini menjadi bagian dari upaya membentengi masyarakat dari pengaruh negatif internet. Dengan konten dakwah yang masif dan berkualitas, diharapkan masyarakat mampu memilah informasi yang benar sesuai tuntunan Islam moderat.
Langkah ini pun mendapat sambutan antusias dari pengurus pusat Muslimat NU. Mereka menyatakan siap menjalankan arahan gubernur dan akan segera membentuk satuan tugas dakwah digital di seluruh daerah. Perubahan fundamental ini diyakini akan menjaga relevansi organisasi di tengah gempuran era disrupsi. Inisiatif ini sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi Muslimat NU dalam menjemput era baru syiar Islam.
Baca juga:
Comments (0)