SURABAYA — Sebanyak 146 calon jemaah umrah resmi melaporkan agen perjalanan PT AAT ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dengan modus paket umrah murah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian setelah para korban merasa dirugikan karena keberangkatan yang tak kunjung terealisasi meski telah melunasi biaya perjalanan.
Para korban yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim secara bergantian sejak pekan lalu. Mereka membawa bukti transfer, kuitansi pembayaran, serta dokumen perjanjian yang dijanjikan pihak travel. Total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Modus Umrah Murah Jadi Jebakan
Berdasarkan keterangan para pelapor, PT AAT menawarkan paket umrah dengan harga jauh di bawah pasaran, yakni berkisar Rp18 juta hingga Rp22 juta per jemaah. Harga tersebut terbilang sangat murah dibandingkan paket umrah reguler yang umumnya dijual Rp30 juta ke atas.
Harga menggoda itu disertai janji fasilitas lengkap, mulai dari tiket pesawat, akomodasi hotel dekat Masjidil Haram, hingga pembimbing ibadah. Namun, setelah pembayaran dilakukan, jadwal keberangkatan terus diundur dengan berbagai alasan.
"Kami sudah bayar lunas sejak setahun lalu, tapi tidak pernah diberangkatkan. Alasannya selalu berubah, mulai dari masalah visa sampai kuota," ujar salah satu korban, Rahmat Hidayat.
Korban lain mengaku sempat diminta menambah biaya dengan dalih penyesuaian harga tiket dan akomodasi. Sebagian jemaah bahkan telah menguras tabungan dan menjual aset untuk mewujudkan niat ibadah ke Tanah Suci.
Polda Jatim Dalami Laporan
Kasat Reskrim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim menyatakan pihaknya tengah mendalami laporan tersebut. Penyidik akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pengurus PT AAT, untuk menentukan unsur pidana dalam kasus ini.
- Jumlah korban: 146 calon jemaah umrah.
- Modus: tawaran paket umrah murah di bawah harga pasar.
- Kerugian: ditaksir mencapai miliaran rupiah.
- Status: laporan diterima, penyelidikan berjalan.
Polisi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati sebelum memilih agen perjalanan umrah. Calon jemaah diminta memastikan travel memiliki izin resmi dari Kementerian Agama serta tidak tergiur harga yang terlalu murah.
"Kami akan menindaklanjuti laporan ini secara profesional. Masyarakat diimbau mengecek legalitas travel sebelum membayar," tegas pihak kepolisian.
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan berkedok umrah murah yang kerap menimpa masyarakat. Para korban berharap dana mereka dapat dikembalikan dan pelaku dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT AAT belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Penyidik akan memanggil pengelola travel untuk dimintai klarifikasi dalam waktu dekat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa modus penipuan umrah yang dilaporkan ke Polda Jatim?
PT AAT menawarkan paket umrah murah di bawah harga pasar, namun jemaah tidak pernah diberangkatkan meski telah melunasi pembayaran.
2. Berapa jumlah korban dan kerugiannya?
Sebanyak 146 calon jemaah melapor, dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
3. Bagaimana cara menghindari penipuan travel umrah?
Pastikan travel memiliki izin resmi Kementerian Agama, cek rekam jejaknya, dan waspadai harga paket yang terlalu murah.
Comments (0)