13 Tewas, Pikap Tamu Hajatan Tabrak Truk di Pantura Indramayu
BARU SAJA — Kecelakaan maut terjadi di Jalur Pantura Indramayu, Minggu (12/7). Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan pulang dari hajatan bertabrakan dengan truk, menewaskan 13 orang di lokasi...
BARU SAJA — Kecelakaan maut terjadi di Jalur Pantura Indramayu, Minggu (12/7). Sebuah mobil pikap yang mengangkut rombongan pulang dari hajatan bertabrakan dengan truk, menewaskan 13 orang di lokasi kejadian.
Insiden nahas itu berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB di ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Lohbener dan Jatibarang. Saksi mata melaporkan pikap bermuatan penuh penumpang melaju dari arah timur, diduga hilang kendali saat berusaha mendahului kendaraan lain, lalu menghantam truk tangki yang datang dari arah berlawanan.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan kepolisian setempat, rombongan sebelumnya menghadiri acara syukuran pernikahan di Desa Sukajaya. Setelah acara usai, belasan warga menumpang pikap bak terbuka menuju Desa Lohbener. Di tengah perjalanan, tepat di tikungan tajam KM 12, pikap oleng dan masuk jalur truk.
Benturan keras tak terhindarkan. Bagian depan pikap ringsek, sedangkan badan truk terguling. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena sejumlah korban terjepit di antara besi pikap. Tim SAR dan relawan harus menggunakan alat pemotong untuk mengeluarkan para korban.
- 12 korban dinyatakan meninggal di tempat
- 1 korban kritis meninggal di RSUD Indramayu
- 3 korban luka berat masih dalam penanganan intensif
Daftar Korban & Identifikasi
Pihak rumah sakit mengonfirmasi 13 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Mayoritas merupakan perempuan paruh baya dan anak‑anak. Berikut rincian data sementara:
- Korban dewasa: 9 orang (5 perempuan, 4 laki‑laki)
- Korban anak‑anak: 4 orang (usia 7–14 tahun)
- Seluruh korban berasal dari satu rombongan keluarga besar
UPDATE — Hingga malam ini, tim Disaster Victim Identification masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Dua korban luka kritis dirawat di ICU dengan pengawasan ketat.
Respons Pihak Berwenang
Kapolres Indramayu langsung turun ke lokasi dan menetapkan sopir truk sebagai saksi kunci. Sopir pikap yang selamat masih menjalani perawatan dan akan dimintai keterangan begitu kondisi stabil. Polisi juga menyita kedua kendaraan untuk olah TKP.
Gubernur Jawa Barat menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan Dinas Sosial untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban. Pemeriksaan sementara mengindikasikan kelebihan muatan penumpang di pikap menjadi faktor dominan, sementara kondisi jalan yang licin usai hujan turut memperparah situasi.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden serupa di Jalur Pantura. Data kepolisian mencatat sepanjang Januari–Juli 2025 sudah terjadi 28 kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan bak terbuka pengangkut penumpang. Polisi mengimbau warga tidak menggunakan pikap untuk mudik atau acara hajatan demi keselamatan bersama.
Situasi arus lalu lintas di sekitar lokasi kini sudah kembali normal setelah bangkai kendaraan dievakuasi. Petugas masih berjaga untuk mengantisipasi kemacetan panjang. Berita ini akan terus diperbarui seiring perkembangan investigasi.
Baca juga:
Comments (0)