Zero Mistake: Target Ketat CdM Indonesia di Asian Games 2026

BARU SAJA — Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menetapkan target mutlak: nol kesalahan dalam seluruh aspek nonteknis pada Asian Games 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa kontinge...

Jul 12, 2026 - 05:23
0 0
Zero Mistake: Target Ketat CdM Indonesia di Asian Games 2026

BARU SAJA — Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menetapkan target mutlak: nol kesalahan dalam seluruh aspek nonteknis pada Asian Games 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa kontingen Merah Putih tak akan mentoleransi kekacauan logistik dan administrasi yang kerap mengganggu fokus atlet.

Pasaribu menekankan bahwa kesempurnaan dukungan di luar arena—seperti transportasi, akomodasi, dan pelayanan kesehatan—adalah fondasi utama prestasi. "Kami tidak mau ada celah. Sekecil apa pun kesalahan nonteknis bisa meruntuhkan mental bertanding," ujarnya dalam jumpa pers yang digelar belum lama ini.

Peta Jalan "Zero Mistake"

Untuk mewujudkan target ambisius itu, CdM menyiapkan 6 pilar pengamanan nonteknis. Pertama, sistem transportasi terpadu yang memastikan atlet tiba di venue tepat waktu tanpa kendala. Kedua, akomodasi terstandar dengan verifikasi langsung ke lokasi, bukan hanya mengandalkan gambar dari panitia penyelenggara. Ketiga, posko kesehatan 24 jam yang didukung dokter spesialis dan alat diagnostik portabel. Keempat, pengelolaan nutrisi ketat yang bekerja sama dengan hotel dan katering lokal untuk menghindari kasus keracunan makanan. Kelima, manajemen informasi satu pintu supaya atlet tak menerima jadwal simpang-siur. Keenam, program aklimatisasi dini agar tubuh atlet beradaptasi dengan iklim dan zona waktu tuan rumah jauh sebelum pertandingan.

"Kami tidak hanya menyewa bus dan memesan kamar. Setiap rute diuji, setiap menu diperiksa laboratorium, dan setiap tempat tidur dinilai ergonominya," tegas Pasaribu.

Belajar dari Kegagalan Masa Lalu

Target zero mistake lahir dari evaluasi mendalam terhadap partisipasi Indonesia di Asian Games dan Olimpiade sebelumnya. Insiden keterlambatan bus yang membuat atlet panik, pencairan dana yang tersendat, hingga minimnya akses fisioterapis di lokasi menjadi catatan kelam yang tak boleh terulang. Pasaribu mengakui bahwa pada edisi lalu, tim nonteknis kadang "bermain api" dengan mengabaikan detail kecil.

Kini, setiap lini dipetakan risikonya. Tim khusus dibentuk untuk mensimulasikan skenario darurat, mulai dari perubahan jadwal tiba-tiba, penundaan penerbangan, hingga krisis kesehatan massal. "Jika ada satu saja komponen gagal, seluruh sistem bisa ambruk. Kami harus segera dan tepat," katanya.

Koordinasi Lintas Sektor Diperketat

CdM juga menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia, serta Kedutaan Besar RI di negara tuan rumah. Saluran komunikasi langsung dibangun untuk memangkas birokrasi berjenjang. Setiap kepala cabang olahraga wajib melaporkan perkembangan persiapan nonteknis setiap pekan, dan Pasaribu siap turun tangan bila ditemukan indikasi kelalaian.

"Zero mistake bukan slogan. Ini komitmen yang akan kami evaluasi setiap hari," pungkasnya. Dengan target seagresif ini, publik menanti apakah kontingen Indonesia mampu tampil tanpa drama di luar lapangan dan fokus penuh memburu medali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User