Warga Morowali Hajar Pria Hingga Tewas karena Tuduhan Curi Motor
BARU SAJA — Warga di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menghakimi seorang pria hingga tewas setelah menuduhnya mencoba mencuri sepeda motor. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu dini hari dan l...
BARU SAJA — Warga di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menghakimi seorang pria hingga tewas setelah menuduhnya mencoba mencuri sepeda motor. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu dini hari dan langsung memicu penyelidikan ganda dari kepolisian.
Fakta Kunci
- Korban berinisial S, diduga tertangkap basah saat hendak membawa kabur motor warga.
- Kejadian bermula sekitar pukul 02.00 WITA di permukiman padat penduduk yang belum diungkap persis alamatnya.
- Massa yang terbangun dari teriakan "maling" langsung mengepung dan memukuli korban tanpa ampun.
- Korban tewas di tempat akibat luka parah di sekujur tubuh setelah dihantam benda tumpul dan balok kayu.
- Kepolisian Resor Morowali kini memburu pelaku pengeroyokan sambil mendalami status hukum korban.
Kronologi berawal ketika seorang penghuni memergoki gerak-gerik mencurigakan di dekat jajaran motor yang terparkir di halaman rumah. Teriakan spontan "maling" langsung memecah keheningan dini hari, membangunkan puluhan warga lain. Tanpa komando, massa yang sudah dikuasai amarah langsung menghakimi pria yang belakangan diketahui berinisial S itu.
Seorang saksi mata yang enggan disebut namanya mengisahkan detik-detik brutal tersebut. "Saya lihat dia sudah terkapar, tapi warga terus memukulinya pakai balok dan batu. Tidak ada yang berani melerai karena takut kena amuk," tuturnya dengan suara bergetar. Massa baru bubar setelah korban tidak bergerak sama sekali.
Kepala Polres Morowali, AKBP Hendra Kusuma, membenarkan insiden ini. "Benar, kami menerima laporan dugaan pencurian yang berujung pada tindakan main hakim sendiri. Kedua perkara — percobaan pencurian dan pengeroyokan — sedang kami lidik," ujarnya saat dihubungi, Sabtu petang.
Sejumlah warga melarikan korban ke Puskesmas terdekat setelah sadar tindakan mereka sudah melampaui batas. Namun, nyawanya tak tertolong. "Petugas medis menyatakan korban sudah meninggal saat tiba. Luka di kepala dan dada terlalu parah," imbuh AKBP Hendra.
Penyelidikan Ganda
Polisi kini mengantongi identitas beberapa warga yang diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan. Tim Reskrim berupaya mengumpulkan rekaman CCTV dari sekitar lokasi dan meminta keterangan saksi-saksi. "Kami tidak akan tebang pilih. Jika korban memang terbukti berniat mencuri, tetap tidak membenarkan tindakan menghilangkan nyawa. Pelaku pengeroyokan akan kami proses," tegas Kapolres.
Di sisi lain, aparat juga mendalami apakah benar korban adalah pelaku pencurian seperti tudingan warga. Polisi mengamankan sepeda motor yang diduga menjadi sasaran sebagai barang bukti. Polisi belum mengungkap identitas lengkap korban selain inisial S, dan sedang berusaha menghubungi keluarganya.
Fenomena Main Hakim Sendiri
Insiden ini menambah daftar panjang aksi main hakim sendiri di wilayah Sulawesi Tengah. Data Polres Morowali mencatat, sepanjang tahun lalu terjadi tiga peristiwa serupa yang berakhir kematian. Rendahnya kepercayaan publik terhadap proses hukum seringkali menjadi pemicu utama. Warga merasa jera menanti proses peradilan yang dinilai lamban, sehingga memilih "menghukum" langsung di tempat.
Kapolres Hendra mengimbau masyarakat untuk menahan diri. "Pahami bahwa setiap orang berhak atas proses hukum yang adil. Serahkan setiap kecurigaan tindak pidana kepada kami, jangan bertindak sendiri," pintanya. Pihak kepolisian juga meningkatkan patroli malam di titik rawan untuk mencegah kejadian serupa.
Hingga berita ini disusun, situasi di lokasi kejadian sudah kembali kondusif. Namun, sejumlah warga memilih tutup mulut karena khawatir ikut terseret kasus. Polisi berjanji akan merampungkan penyelidikan dalam waktu dekat dan memastikan keadilan bagi semua pihak.
Comments (0)