Wamendagri Ribka Haluk Desak Kepemimpinan Perempuan Transformatif di Pemda

BARU SAJA — Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk melontarkan seruan tegas untuk memperkuat kepemimpinan perempuan yang transformatif di seluruh jajaran pemerintah daerah. Dalam forum kebijakan ter...

Jul 27, 2026 - 21:06
0 0
Wamendagri Ribka Haluk Desak Kepemimpinan Perempuan Transformatif di Pemda

BARU SAJA — Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk melontarkan seruan tegas untuk memperkuat kepemimpinan perempuan yang transformatif di seluruh jajaran pemerintah daerah. Dalam forum kebijakan terbaru yang digelar siang ini, ia menekankan bahwa perubahan hakiki hanya bisa terjadi bila perempuan di kursi pengambil keputusan tidak sekadar hadir, melainkan membawa terobosan berbasis data.

Pernyataan itu mencuat menyusul evaluasi terhadap kinerja pemda yang menunjukkan bahwa kebijakan kesetaraan gender kerap terjebak pada seremoni tanpa dampak terukur. "Kita butuh pemimpin perempuan yang berani menggeser paradigma, bukan sekadar memenuhi kuota," tegasnya di hadapan peserta yang terdiri dari kepala daerah, camat, dan aktivis perempuan.

Spirit Baru, Bukan Sekadar Angka

Ribka Haluk menolak pendekatan tokenistik. Ia menginstruksikan setiap pemda untuk segera mengadopsi model kepemimpinan yang mengintegrasikan analisis gender dalam setiap tahap perencanaan anggaran. INSTRUKSI ini merupakan bagian dari revisi regulasi yang akan disosialisasikan Kementerian Dalam Negeri dalam waktu dekat.

Secara eksplisit, Wamendagri menyoroti tiga pilar utama yang wajib dijalankan:

  • Kebijakan anti-kekerasan yang tidak sekadar slogan, tetapi dilengkapi jalur pelaporan cepat dan pusat krisis daerah;
  • Pengarusutamaan data pilah gender di setiap dinas, sehingga alokasi program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi tepat sasaran;
  • Program mentoring yang menyiapkan kader perempuan dari tingkat desa hingga kabupaten.

"Data adalah senjata. Tanpa itu, kita hanya berteriak di ruang hampa," tambahnya, mengomentari masih minimnya basis data terpadu di banyak daerah.

Evakuasi Kebijakan Lama, Siaga Satu Menuju Perubahan

UPDATE terkini, pihak Kemendagri tengah menyusun modul pelatihan bertajuk "Kepala Daerah Perempuan Transformasional" yang akan digulirkan mulai triwulan depan. Modul ini menjadi respons langsung dari hasil audit partisipatif yang menunjukkan hambatan struktural masih membelenggu potensi perempuan.

Saksi mata di forum menyebutkan, sejumlah kepala daerah perempuan berbagi pengalaman tentang sulitnya menembus birokrasi patriarkal. Mereka menuntut adanya payung hukum yang lebih kuat, khususnya dalam hal pengawasan terhadap implementasi Peraturan Menteri tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender. Ribka Haluk dikonfirmasi langsung merespons: “Kami tidak akan segan memberikan sanksi administratif bagi daerah yang gagal menjalankan mandat ini.”

Kemendagri juga memperkuat kerja sama dengan lembaga riset independen untuk memonitor kemajuan. Langkah ini disebut sebagai darurat transformasi, mengingat target nasional untuk meningkatkan indeks pembangunan gender terancam meleset.

Langkah Konkret yang Ditunggu

Di luar pelatihan, Wamendagri mendesak pembentukan komite pengarah daerah yang diketuai langsung oleh sekretaris daerah. Komite ini bertugas memetakan kendala, mengawasi distribusi anggaran responsif gender, serta mempublikasikan rapor kinerja secara terbuka. "Masyarakat berhak tahu apakah pemimpin perempuannya membawa perubahan atau sekadar menjalankan rutinitas," tandasnya.

Perkembangan ini sejalan dengan desakan publik pasca-riset yang menunjukkan bahwa daerah dengan kepemimpinan perempuan cenderung memiliki alokasi anggaran kesehatan dan pendidikan yang lebih tinggi. Namun, angka tersebut hanya berlaku jika pemimpinnya didukung sistem yang transparan dan berbasis bukti.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pemda telah menyatakan komitmennya untuk merevisi rencana strategis tahun depan. Ribka Haluk menutup forum dengan pesan singkat: “Transformasi bukan pilihan, melainkan harga mati.”

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User