MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah taktis guna mengatasi persoalan antrean panjang kendaraan yang kerap mengular di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara langsung menemui jajaran pimpinan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk mendesak optimalisasi operasional pengisian bahan bakar, salah satunya dengan mengaktifkan seluruh pompa nozel yang tersedia.
Kepadatan kendaraan di area SPBU dalam beberapa pekan terakhir dinilai telah memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan protokol. Kondisi ini memicu keluhan luas dari masyarakat pengguna jalan serta mengganggu mobilitas harian warga Kota Makassar.
Kronologi dan Langkah Penanganan Antrean SPBU
Guna merespons gejolak kemacetan lalu lintas akibat antrean distribusi BBM, Pemkot Makassar merumuskan sejumlah tahapan intervensi terkoordinasi bersama instansi terkait:
- Pemantauan Lapangan dan Inventarisasi Masalah: Dinas Perhubungan Kota Makassar bersama Satlantas Polrestabes Makassar mencatat titik-titik SPBU dengan tingkat kemacetan tertinggi akibat penumpukan kendaraan yang menunggu giliran pengisian.
- Audiensi Tingkat Tinggi: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menggelar pertemuan resmi dengan manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi guna menyelaraskan data operasional serta menyampaikan aspirasi publik secara langsung.
- Penyusunan Solusi Bersama: Pertamina menyepakati evaluasi teknis terkait pembukaan seluruh nozel operasional, manajemen pasokan harian, dan penataan alur masuk kendaraan di area SPBU.
- Pengawasan Distribusi Berkala: Pembentukan tim terpadu untuk memantau konsistensi SPBU dalam mengoperasikan nozel serta mencegah praktik pelangsir bahan bakar subsidi.
"Kami meminta kepada pihak Pertamina agar seluruh nozel di SPBU difungsikan secara maksimal. Jangan sampai ada nozel yang menganggur sementara antrean kendaraan di luar sudah meluber ke badan jalan dan memicu kemacetan parah," tegas Munafri Arifuddin.
Strategi Optimalisasi Distribusi dan Penertiban Jalur
Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Makassar menyoroti fenomena banyaknya SPBU yang hanya mengoperasikan sebagian mesin dispenser bahan bakar. Padahal, volume kendaraan yang membutuhkan suplai bahan bakar minyak (BBM) terus meningkat, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Selain aktivasi nozel, beberapa poin krusial yang turut ditekankan antara lain:
- Pengaturan Jadwal Kendaraan Besar: Truk logistik dan kendaraan bermuatan besar diarahkan untuk melakukan pengisian BBM di SPBU pinggiran kota atau pada jam non-produktif (malam hari).
- Pengawasan BBM Bersubsidi: Pengetatan sistem pencatatan digital seperti QR Code Subsidi Tepat guna meminimalisir manipulasi kuota oleh oknum tidak bertanggung jawab.
- Penyediaan Jalur Khusus: Rekayasa tata ruang antrean di dalam perimeter SPBU agar badan jalan utama tetap bersih dari hambatan kendaraan yang mengantre.
Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti arahan tersebut. Manajemen akan melakukan inspeksi mendadak serta memberikan teguran administratif bagi pengelola SPBU yang sengaja membatasi operasional nozel tanpa alasan teknis yang jelas.
Comments (0)