MAKASSAR — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi meningkatkan keandalan rantai pasok Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Langkah strategis ini ditempuh dengan mengoptimalkan jam operasional armada mobil tangki hingga 24 jam nonstop demi memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat di 24 kabupaten dan kota tetap aman serta terdistribusi secara merata.
Peningkatan intensitas distribusi ini merespons lonjakan konsumsi BBM harian dan dinamika kepadatan lalu lintas di jalur utama logistik Sulawesi Selatan. Dengan mengoperasikan armada secara penuh sepanjang hari, Pertamina bertekad mengantisipasi potensi keterlambatan pasokan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya pada titik-titik krusial yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi.
Strategi Pertamina Genjot Distribusi BBM 24 Jam
Keputusan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam merupakan bagian dari manajemen skenario distribusi proaktif. Manajemen Pertamina Patra Niaga melakukan pemetaan ulang terhadap rute penyuplai dari Fuel Terminal (FT) Makassar, FT Parepare, hingga Integrated Terminal Palopo. Langkah ini menjamin aliran BBM jenis Gasoline maupun Gasoil dapat tersalurkan tanpa terhambat jenuhnya kemacetan lalu lintas pada siang hari.
"Kami berkomitmen penuh menjaga ketahanan energi nasional di tingkat daerah. Pengoptimalan operasional mobil tangki selama 24 jam ini menjadi solusi konkret untuk menembus kendala geografis dan kemacetan, sehingga keterisian tangki SPBU selalu berada pada level aman," tegas perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
| Parameter Operasional | Skema Standar | Skema Optimasi 24 Jam |
|---|---|---|
| Waktu Kerja Armada | 12 - 16 Jam / Hari | 24 Jam Nonstop (Rotasi Shift) |
| Jalur Pengiriman Utama | Jam Kerja Reguler | Dini Hari & Waktu Bebas Kemacetan |
| Keandalan Stok SPBU | Kondisi Normal | Ketahanan Maksimal (100%) |
Tahapan Pelaksanaan Skema Distribusi Khusus
Untuk menjamin efektivitas serta keselamatan kerja seluruh personel pengemudi atau Awak Mobil Tangki (AMT), Pertamina menetapkan prosedur operasional standar secara terukur dan terstruktur sebagai berikut:
- Penerapan Sistem Shift Pengemudi: Mengatur jadwal kerja Awak Mobil Tangki menjadi 3 shift teratur untuk menjaga kebugaran fisik pengemudi selama operasional 24 jam.
- Monitoring Real-Time GPS: Pemantauan pergerakan armada secara digital dari pusat kontrol armada guna memastikan pengiriman tepat waktu sesuai rute yang ditetapkan.
- Prioritas Pengisian SPBU Kritis: Penyaluran diprioritaskan pada SPBU yang mencatatkan tingkat konsumsi tinggi pada waktu malam hingga dini hari.
- Sinkronisasi Fuel Terminal: Menjamin proses pengisian ulang tangki di terminal pasokan berjalan selaras tanpa waktu tunggu (*dwelling time*) yang panjang.
Pengoptimalan layanan BBM 24 jam di Sulawesi Selatan tidak hanya menjamin pasokan energi tetap aman, tetapi juga mendukung stabilitas roda ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Melalui langkah komprehensif ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal. Pertamina Patra Niaga memproyeksikan efektivitas skema 24 jam ini mampu menjaga tingkat keterisian pasokan hingga 100 persen di seluruh jaringan penyalur Sulawesi Selatan, sekaligus memberikan kepastian pasokan bagi sektor transportasi maupun sektor industri lokal.
Comments (0)