Wakil Ketua MPR Tekan Pemerintah: Bencana Rob Demak Harus Jadi Prioritas Nasional
Demak – Laporan dari media kami mengungkapkan, bencana rob dan genangan permanen yang melumpuhkan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendesak untuk segera ditangani secara komprehens
Demak – Laporan dari media kami mengungkapkan, bencana rob dan genangan permanen yang melumpuhkan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendesak untuk segera ditangani secara komprehensif. Desakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam sebuah forum penyerapan aspirasi masyarakat yang digelar di Hotel Amantis, Demak, pada Senin (22/6/2026). Ia menilai bahwa persoalan lingkungan yang telah berlangsung lama ini bukan lagi sekadar isu lokal, melainkan sudah seharusnya menjadi perhatian dan prioritas nasional.
Acara yang mengusung tema ‘Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah: Tantangan Ekologi dan Infrastruktur’ ini menjadi wadah bagi warga dan pemangku kepentingan untuk menyampaikan keresahan mereka. Dalam sambutannya, Lestari tidak hanya menyoroti penderitaan warga akibat genangan yang tak kunjung surut, tetapi juga menyoroti adanya kontradiksi dalam pembangunan infrastruktur yang justru memperparah krisis ekologi di kawasan tersebut.
“Kita perlu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan lingkungan hidup secara masif. Kasus di Sayung ini adalah bukti nyata bahwa perencanaan yang kurang matang bisa berdampak permanen pada kehidupan sosial dan ekologi masyarakat,” tegas Lestari di hadapan peserta forum.
Kritik terhadap Proyek Tol Semarang–Sayung
Salah satu fokus utama yang diangkat oleh Lestari adalah dampak dari pembangunan jalan tol Semarang–Sayung. Meskipun diakui bahwa proyek tersebut bertujuan untuk mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di koridor utara Jawa, realitas di lapangan menunjukkan konsekuensi yang berat. Menurut laporan yang dihimpun media kami, pembangunan fisik jalan tol di area pesisir dinilai telah mengubah tata air dan memperluas sebaran genangan air laut ke permukiman warga.
Lestari menjelaskan bahwa penanganan bencana rob tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan tambal sulam. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera menyusun kebijakan terpadu yang mencakup mitigasi struktural, seperti pembangunan tanggul laut yang memadai, serta rehabilitasi ekosistem mangrove yang telah rusak parah di pesisir Sayung. Tanpa adanya intervensi sistemik dan pendanaan prioritas, ia mengkhawatirkan Kecamatan Sayung akan kehilangan lebih banyak lagi daratan produktif dalam waktu dekat.
Dalam forum tersebut, suara warga yang kehilangan mata pencaharian sebagai petani tambak dan nelayan turut mengemuka. Para peserta berharap agar hasil penyerapan aspirasi ini tidak hanya menjadi catatan birokrasi, melainkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program aksi yang terukur. Lestari pun berjanji akan membawa hasil kajian dan keluhan ini ke tingkat pusat agar penanganan rob di Demak masuk dalam skema kebijakan prioritas nasional di masa mendatang.
Comments (0)