JAKARTA, Detik Ini Juga – Umat Islam diminta untuk tidak mengabaikan sunnah penting saat memasuki masjid. Sholat Tahiyatul Masjid, amalan ringan berpahala besar, kembali ditegaskan hukumnya oleh para ulama.
Konfirmasi dari berbagai sumber kitab fikih menyebutkan, sholat ini disunnahkan untuk dikerjakan sebelum seseorang benar-benar duduk di dalam masjid. Anjuran ini berlaku umum kecuali dalam beberapa keadaan darurat atau kondisi yang tidak memungkinkan.
Hukum dan Dalil Utama
Menurut pendapat jumhur ulama, sholat Tahiyatul Masjid termasuk sunnah muakkad. Dasarnya adalah hadits shahih dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka janganlah ia duduk hingga ia sholat dua rakaat.” (Muttafaqun ‘alaih).
Hadits ini menegaskan perintah untuk menghormati masjid dengan sholat dua rakaat. Larangan “janganlah duduk” menunjukkan penekanan yang kuat. Meski demikian, Mazhab Maliki menilai sunnah ini tidak berlaku bagi orang yang sedang beri'tikaf atau yang masuk berulang kali.
Pengecualian: Kapan Boleh Langsung Duduk?
Dalam kondisi tertentu, seseorang diperbolehkan langsung duduk tanpa sholat Tahiyatul Masjid. Di antaranya:
- Saat iqamah dikumandangkan untuk sholat fardhu, karena wajib segera mengikuti jamaah.
- Di Masjidil Haram, penghormatan diganti dengan thawaf.
- Pada waktu-waktu terlarang sholat sunnah (setelah Subuh hingga syuruk, setelah Ashar hingga maghrib) menurut sebagian ulama.
- Ketika seseorang berhalangan seperti sakit, atau saat masjid penuh dan tidak ada ruang untuk sholat.
Lafal Niat dan Panduan Singkat
Sholat ini terdiri dari dua rakaat dan niatnya diucapkan dalam hati. Bagi yang ingin melafalkan, berikut bacaan niatnya:
Teks Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ تَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin: "Ushalli sunnata tahiyyatil masjid rak'ataini lillahi ta'ala."
Makna: "Aku niat sholat sunnah penghormatan masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Setelah takbiratul ihram, sholat dilaksanakan sebagaimana sholat sunnah biasa, diakhiri dengan salam. Tidak ada bacaan khusus setelahnya, namun dianjurkan berdoa memohon rahmat Allah.
Dengan menghidupkan sunnah ini, masjid akan semakin ramai dengan ibadah. Para dai mengajak umat untuk tidak melewatkan kesempatan meraih pahala meski hanya dua rakaat.
Baca juga:
Comments (0)