BARU SAJA — Polda Kalimantan Selatan memakai cara baru memadamkan karhutla. Kapolda Kalsel mengonfirmasi uji coba larutan berbahan tepung. Campuran itu dirancang untuk memperlambat laju api di lapangan.
Pengujian berlangsung dengan dukungan dan arahan penuh Kapolri. Keputusan dari puncak kepemimpinan Polri menjadi pijakan uji coba ini. Informasi itu dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Kalsel.
Metode ini mencampurkan bubuk tepung dengan air. Hasil campuran itu kemudian disemprotkan ke titik api. Teknik ini diharapkan menjadi alternatif pemadaman darat dan udara.
Kebakaran hutan dan lahan kerap melanda wilayah Kalsel. Musim kemarau membuat lahan gambut mudah terbakar. Titik panas atau hotspot kerap muncul di daerah rawan.
Bagaimana Cara Kerja Cairan Tepung?
Larutan tepung bekerja dengan menutup permukaan bahan bakar. Lapisan tipis itu membatasi pasokan oksigen ke api. Akibatnya, bara kehilangan tenaga untuk menjalar.
Keunggulan lain, bahan bakunya mudah didapat. Tepung tersedia luas dan harganya terjangkau. Logistik pemadaman pun jauh lebih ringan dibawa ke lokasi.
Petugas tidak perlu menarik air dalam jumlah besar. Larutan pekat bisa diencerkan di lokasi kejadian. Efisiensi inilah yang tengah diuji oleh tim Polda Kalsel.
Dukungan Penuh dari Kapolri
Uji coba ini tidak berjalan sendiri. Kapolri memberikan arahan sekaligus dukungan langsung. Kapolda Kalsel menegaskan hal itu di hadapan media.
Kebijakan itu sejalan dengan upaya nasional menekan karhutla. Polri diminta aktif memadamkan api sejak titik masih kecil. Jangan menunggu api membesar baru bertindak.
Siaga Karhutla di Kalimantan Selatan
Kalsel termasuk daerah dengan catatan karhutla tinggi. Lahan gambut di berbagai kabupaten rawan terbakar. Kabut asap kerap mengganggu aktivitas warga.
Kondisi udara kering memperparah situasi di musim kemarau. Angin kencang bisa membawa api menjalar dengan cepat. Karena itu, pencegahan dini menjadi prioritas utama.
Alternatif bagi Pemadaman Konvensional
Selama ini petugas mengandalkan air dan alat pemukul api. Metode itu tetap efektif tetapi memakan banyak tenaga. Teknologi tepung ini menawarkan jalur baru.
Tim pemadam bisa menjangkau lokasi terpencil lebih mudah. Bahan yang ringan memudahkan mobilitas pasukan. Persiapan di lapangan berlangsung lebih singkat.
Efisiensi Menjadi Nilai Jual Utama
Biaya pemadaman karhutla selama ini tidak sedikit. Air harus diangkut dengan mobil tangki besar. Bahan bakar pun ikut membengkak saat patroli berlangsung lama.
Bubuk tepung menawarkan bobot yang jauh lebih ringan. Satu kantong bisa menghasilkan banyak larutan di lokasi. Petugas tidak lagi bergantung penuh pada pasokan air.
Tim tinggal mencampur bubuk dengan air yang tersedia setempat. Proses ini mempercepat waktu reaksi terhadap api. Api kecil bisa langsung digagalkan sebelum membesar.
Pengalaman Tim di Lapangan
Petugas di lapangan melaporkan hasil yang cukup menjanjikan. Larutan membentuk lapisan basah di permukaan tanah. Bara di bawahnya kehilangan oksigen secara perlahan.
Saksi mata di sekitar lokasi uji coba melaporkan hal serupa. Percobaan diulang pada beberapa titik yang berbeda. Pola penyemprotan ikut disesuaikan dengan kondisi lahan.
Catatan dari setiap percobaan menjadi bahan evaluasi berikutnya. Tim mencatat durasi pemadaman hingga kebutuhan bahan. Data itu nantinya dibandingkan dengan metode konvensional.
Koordinasi Lintas Instansi
Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak. Polda Kalsel berkoordinasi dengan instansi terkait di daerah. Data titik api dibagikan agar langkah tidak tumpang tindih.
Sinergi ini mempercepat penanganan sejak deteksi dini. Laporan warga langsung ditindaklanjuti tim terdekat. Respons cepat menjadi kunci menekan luas area terbakar.
Harapan dari Uji Coba
Uji coba ini diharapkan melengkapi strategi pemadaman yang sudah ada. Teknologi baru bukan pengganti, melainkan tambahan kekuatan. Kombinasi metode memperkuat pertahanan di lapangan.
Jika hasilnya terbukti efektif, teknik ini bisa diterapkan luas. Daerah lain dengan risiko karhutla serupa dapat mengadopsi. Transfer pengetahuan antarwilayah pun terbuka lebar.
Pesan untuk Masyarakat
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Sanksi hukum menanti pelaku pembakaran karhutla. Kerugian ekonomi dan kesehatan jauh lebih besar dari keuntungan sesaat.
Kabut asap mengancam kesehatan anak-anak dan lansia. Sekolah hingga penerbangan bisa lumpuh akibat asap tebal. Karena itu, pencegahan dari akar masalah tetap nomor satu.
UPDATE: Perkembangan uji coba cairan tepung terus dipantau. Publik diminta waspada dan segera melapor jika melihat api. Kecepatan laporan menentukan cepatnya pemadaman.
Tim gabungan tetap siaga di titik-titik rawan. Seluruh elemen bahu-membahu menekan risiko karhutla. Detik ini juga, upaya pemadaman terus berjalan.
Comments (0)