Viral Video Petani Naik Drone di Tuban, Pengunggah Minta Maaf
TUBAN — Warga yang mengunggah video viral petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menggunakan drone untuk pulang pergi ke sawah akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Klip berdura...
TUBAN — Warga yang mengunggah video viral petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menggunakan drone untuk pulang pergi ke sawah akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Klip berdurasi pendek yang memperlihatkan petani itu melayang di atas lahan pertanian dengan alat terbang tanpa awak tersebut telah memicu diskusi luas soal keselamatan dan regulasi penerbangan.
Permintaan maaf disampaikan melalui akun media sosial yang sama yang pertama kali menyebarkan rekaman. Dalam pernyataannya, pengunggah mengakui bahwa aksi yang terekam berpotensi menimbulkan persepsi negatif dan kekhawatiran di masyarakat, terutama terkait keamanan penerbangan di wilayah pedesaan.
Kronologi Video dan Dampak Viral
Video yang direkam di area persawahan di Tuban itu memperlihatkan seorang petani duduk di atas sebuah drone besar yang dimodifikasi. Pria tersebut terlihat terbang rendah melintasi pematang dan lahan, diduga untuk mempersingkat waktu tempuh dari rumah ke tempat kerjanya. Rekaman itu memperoleh jutaan tayangan dalam waktu singkat, dibagikan ulang oleh berbagai platform, dan menuai beragam komentar—mulai dari kekaguman terhadap kreativitas hingga kecaman atas potensi bahaya.
Sejumlah pihak, termasuk komunitas penerbang dan pemerhati keselamatan, menyoroti bahwa penggunaan drone untuk mengangkut manusia tanpa izin dan tanpa peralatan pengaman melanggar aturan penerbangan sipil. Video itu juga mengundang perhatian aparat setempat yang langsung mendalami apakah kejadian tersebut asli atau hasil rekayasa digital.
Klaim Tidak Ada Unsur Kecelakaan
Dalam klarifikasinya, pengunggah menegaskan bahwa video direkam secara spontan tanpa ada rekayasa atau efek khusus. Ia mengaku tidak menyangka rekaman itu akan menyebar begitu cepat dan memicu reaksi beragam. “Saya hanya mendokumentasikan aktivitas unik teman saya, tidak bermaksud memprovokasi atau mengajak orang lain meniru,” tulisnya di unggahan terbaru.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tindakannya menyebarluaskan konten tersebut kurang bijak. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam membagikan konten di masa mendatang, terutama yang melibatkan potensi pelanggaran aturan. Permintaan maaf itu juga ditujukan kepada warga Tuban yang merasa resah dengan sorotan viral yang dialamatkan ke daerah mereka.
Sikap Pemerintah dan Imbauan
Pemerintah Kabupaten Tuban melalui dinas terkait mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan drone sebagai alat transportasi pribadi tanpa memenuhi standar keselamatan. Mereka menekankan bahwa meskipun teknologi membawa kemudahan, penerapan tanpa kepatuhan terhadap regulasi dapat berakibat fatal.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja setempat menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan otoritas penerbangan untuk mengkaji kemungkinan sanksi, baik terhadap pelaku dalam video maupun penyebar konten. Namun, langkah persuasif dan edukasi menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang.
Video petani drone itu kini telah dihapus dari akun pengunggah, namun jejak digitalnya masih tersebar luas. Masyarakat diharapkan bisa menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran tentang tanggung jawab bermedia sosial dan keselamatan dalam memanfaatkan teknologi di ruang publik.
Baca juga:
Comments (0)