GAMAS: Jurus Baru Kemendukbangga Tekan Krisis Fatherless Nasional

Data mengejutkan dilaporkan: 25 persen anak Indonesia kehilangan figur ayah. Situasi darurat pengasuhan ini kini disikapi dengan terobosan anyar.Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Keme...

Jul 13, 2026 - 17:52
0 0

Data mengejutkan dilaporkan: 25 persen anak Indonesia kehilangan figur ayah. Situasi darurat pengasuhan ini kini disikapi dengan terobosan anyar.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) resmi meluncurkan program Gerakan Ayah Mandiri dan Siaga (GAMAS). Misi utamanya: memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak di tengah ancaman fatherless yang kian meluas. Program ini resmi bergulir mulai April 2026.

Angka Darurat yang Membahayakan

Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, mengonfirmasi temuan tersebut. “Fenomena fatherless bukan lagi sekadar istilah, tapi krisis nyata,” tegasnya. Data internal kementerian menunjukkan dampak serius: anak tanpa keterlibatan ayah lebih rentan terhadap masalah perilaku dan penurunan prestasi akademik.

Fenomena ini tidak semata soal ketidakhadiran fisik. Banyak ayah hadir secara fisik namun absen secara emosional—terjebak rutinitas kerja atau kurangnya pemahaman akan peran vital mereka. Kemendukbangga menyebut situasi ini sebagai keadaan darurat pengasuhan yang memerlukan intervensi segera.

Strategi GAMAS: Dari Hulu ke Hilir

GAMAS dirancang sebagai gerakan masif yang menjangkau berbagai lapisan. Berikut sejumlah pilar utamanya:

  • Kampanye Nasional Ayah Siaga: Menyasar ribuan keluarga di 34 provinsi, mengedukasi ayah soal pengasuhan responsif gender.
  • Sekolah Ayah Hebat: Program pendampingan intensif bagi ayah muda dengan modul psikologi anak dan komunikasi keluarga.
  • Konseling Keterlibatan Ayah: Layanan gratis via puskesmas dan posyandu yang mengintegrasikan peran ayah dalam tumbuh kembang balita.
  • Kemitraan Tempat Kerja Ramah Ayah: Desak perusahaan adopsi cuti ayah lebih panjang dan jam kerja fleksibel untuk aktivitas pengasuhan.

Program ini akan dievaluasi setiap enam bulan untuk memastikan dampak langsung di lapangan.

Target Ambisius 2025–2026

Kemendukbangga menargetkan penurunan angka fatherless hingga 15 persen dalam dua tahun. Benchmark keberhasilan mencakup peningkatan frekuensi ayah membaca cerita sebelum tidur, keterlibatan dalam pertemuan sekolah, dan partisipasi vaksinasi anak.

Update terkini: Pilot project GAMAS telah bergulir di 10 kota. Data awal dari DKI Jakarta menunjukkan kenaikan partisipasi ayah di posyandu sebesar 40 persen dalam tiga bulan pertama. “Kami tidak hanya mengimbau, tapi membangun sistem yang memaksa perubahan perilaku,” ujar Wihaji.

Langkah Kemendukbangga ini mendapat dukungan lintas sektor, termasuk Kementerian PPPA dan lembaga perlindungan anak. Para pengamat menilai GAMAS sebagai intervensi struktural pertama yang secara spesifik menangani fatherless, bukan sekadar program ibu-anak. Ini menjadi langkah krusial untuk memutus rantai ketidakhadiran ayah yang telah berlangsung puluhan tahun. Dengan peran ayah yang kembali dikuatkan, diharapkan krisis pengasuhan nasional dapat ditekan secara fundamental.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User