Viral Pria di Pandeglang Meninggal Saat Kumandangkan Azan Salat Jumat
Pandeglang - Sebuah peristiwa mengharukan terjadi di Masjid Jami Attaqwa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalwangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (15/3/2024) siang. Seorang muazin bernama
Pandeglang - Sebuah peristiwa mengharukan terjadi di Masjid Jami Attaqwa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalwangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (15/3/2024) siang. Seorang muazin bernama Tb Tata Sukirta (62) meninggal dunia saat sedang mengumandangkan azan salat Jumat. Momen tragis tersebut terekam kamera CCTV masjid dan kini viral di media sosial.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, Tb Tata Sukirta terlihat berdiri di dekat mimbar sambil mengumandangkan azan dengan suara lantang. Beberapa detik setelah melafazkan kalimat "Hayya 'alas-shalah", tubuhnya tiba-tiba limbung dan jatuh tersungkur ke lantai masjid. Para jemaah yang sudah hadir di dalam masjid langsung berhamburan mendekatinya untuk memberikan pertolongan.
Menurut keterangan saksi mata, Ahmad Fauzi (45), salah seorang jemaah yang berada di saf terdepan, saat azan berkumandang tiba-tiba suara muazin terhenti dan terdengar bunyi keras. "Saya kaget sekali, tiba-tiba Pak Tata terjatuh. Kami langsung berlari dan mencoba menolong, tapi beliau sudah tidak sadarkan diri," ujarnya kepada media kami di lokasi kejadian.
Evakuasi dan Pertolongan
Jemaah dengan sigap mengevakuasi Tb Tata Sukirta ke samping mimbar. Beberapa orang mencoba memberikan napas buatan, sementara yang lain menghubungi pihak Puskesmas Mandalawangi. Namun, saat tim medis tiba sekitar 15 menit kemudian, muazin tersebut dinyatakan sudah tidak bernyawa. Diduga kuat korban mengalami serangan jantung mendadak saat mengumandangkan azan.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Attaqwa, H. Abdul Somad, mengungkapkan rasa duka mendalam atas kepergian Tb Tata. "Beliau adalah muazin tetap di masjid kami selama lebih dari 20 tahun. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang tekun beribadah dan tidak pernah mengeluh sakit. Ini kehilangan besar bagi kami," tuturnya dengan suara bergetar saat ditemui usai salat Jumat.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Kabar meninggalnya Tb Tata Sukirta segera menyebar dan menjadi viral di berbagai platform media sosial. Banyak warganet yang turut berduka dan mendoakan almarhum. Hingga Jumat malam, video rekaman CCTV tersebut telah ditonton ratusan ribu kali dan mendapat banyak komentar haru. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sungguh cara meninggal yang indah, saat menyeru nama Allah," tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Keluarga almarhum menyampaikan bahwa Tb Tata tidak memiliki riwayat penyakit berat. "Bapak hanya mengeluh sedikit pusing sejak pagi, tapi tetap memaksakan diri untuk azan. Kami ikhlas, ini takdir Allah," ucap Siti Maryam (55), istri almarhum, sambil menangis di rumah duka.
Jenazah Tb Tata Sukirta langsung disalatkan di masjid yang sama pada sore harinya dan dimakamkan di pemakaman umum setempat. Ratusan pelayat hadir mengantarkan kepergian muazin yang wafat dalam keadaan mulia itu.
Peristiwa ini mengingatkan kita akan kefanaan hidup dan pentingnya selalu siap menghadapi kematian kapan pun dan di mana pun. Media kami akan terus memantau perkembangan informasi selanjutnya.
Comments (0)