Turis Tewas di Kafe Kuta Ternyata WN Inggris, Empat Pelaku WN Australia
BREAKING — Polisi meluruskan identitas turis yang tewas setelah diduga dikeroyok di sebuah kafe di Kuta, Bali. Korban, Paul Innes Dougan, ternyata warga negara Inggris, bukan warga negara Australia ...
BREAKING — Polisi meluruskan identitas turis yang tewas setelah diduga dikeroyok di sebuah kafe di Kuta, Bali. Korban, Paul Innes Dougan, ternyata warga negara Inggris, bukan warga negara Australia seperti yang sempat beredar sebelumnya.
KONFIRMASI itu disampaikan Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (21/8). Ia menyebut kasus ini merupakan dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang berujung pada kematian korban. Polisi memastikan perkembangan penyelidikan terus berjalan sejak laporan awal diterima.
Sebelumnya, Paul sempat disebut sebagai warga negara Australia. Setelah pendalaman lebih lanjut, pihak kepolisian meluruskan kewarganegaraan korban. Kasus ini kini ditangani jajaran Polresta Denpasar dan masuk dalam tahap penyelidikan.
Dugaan Pengeroyokan di Kafe Kuta
Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di One Tribe One Life Lounge and Cafe, Kuta, Badung, pada Rabu (5/8) sekitar pukul 02.00 WITA. Kafe tersebut berada di kawasan yang padat dengan wisatawan mancanegara. Tempat itu kerap menjadi lokasi berkumpul para turis asing.
Berdasarkan pendalaman awal polisi, kejadian bermula di area bar. Korban melihat salah satu pelaku memukul seorang perempuan di tempat itu. Paul yang melihat aksi tersebut langsung menegur pelaku.
Teguran itu justru memicu kemarahan. Alih-alih berhenti, pelaku tidak terima ditegur. Ia kemudian bersama tiga rekannya menyerang Paul secara bersama-sama. Empat orang diduga ikut memukul korban hingga terkapar.
Perawatan Hingga Korban Meninggal
Setelah kejadian, Paul sempat kembali ke tempat menginapnya di Gora Beach Inn. Namun kondisi korban tidak kunjung membaik. Ia baru mendapatkan penanganan medis beberapa hari kemudian.
Pada 8 Agustus, pihak RS Murni Teguh menjemput korban untuk memberikan perawatan awal. Korban sempat ditangani tim medis di rumah sakit tersebut.
Keesokan harinya, anak korban memindahkan Paul ke RS BIMC. Korban tiba di RS BIMC pada 9 Agustus pukul 18.00 WITA dan langsung mendapat penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD).
Setelah itu, Paul menjalani perawatan intensif di RS BIMC selama beberapa hari. Tim medis berupaya menstabilkan kondisi korban. Namun kondisi kesehatannya terus menurun. Paul dinyatakan meninggal dunia pada 20 Agustus 2026 pukul 12.06 WITA.
Pernyataan kematian itu dikeluarkan oleh pihak RS BIMC. Gede menambahkan, berdasarkan informasi terakhir dari rumah sakit tersebut, jenazah korban selanjutnya berada di RSU Dharma Yadnya. Penanganan jenazah kini diserahkan kepada pihak terkait.
Rangkaian peristiwa berawal dari dugaan pengeroyokan pada 5 Agustus dini hari. Korban kemudian menjalani perawatan di dua rumah sakit berbeda. Paul akhirnya meninggal dunia pada 20 Agustus, sekitar dua pekan setelah kejadian.
Keterangan Anak Korban
Peristiwa pengeroyokan ini terungkap dari keterangan anak korban, Liam Michael Dougan (23). Liam merupakan warga negara Australia yang melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Liam mengaku sempat bertemu ayahnya untuk makan malam di Seminyak pada 5 Agustus sekitar pukul 17.00 WITA. Dalam pertemuan itu, sang ayah menceritakan insiden pengeroyokan yang dialaminya di kafe Kuta.
Gede menjelaskan, masalah berawal saat korban berada di bar. Salah satu pelaku memukul seorang perempuan, lalu ditegur oleh korban. Pelaku tidak terima dengan teguran tersebut. Empat orang itu kemudian memukul korban secara bersama-sama.
Keterangan Liam menjadi salah satu kunci pengungkapan kasus ini. Polisi menjadikan kesaksian tersebut sebagai bahan pendalaman penyelidikan. Pihak kepolisian juga masih memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut.
Empat Terduga Pelaku WN Australia
Hasil penyelidikan polisi menetapkan empat orang sebagai terduga pelaku. Mereka terdiri dari dua pria muda dan dua pria dewasa.
Seluruh terduga pelaku merupakan warga negara Australia. Keempatnya diidentifikasi dengan inisial RGG, PAM, JRM, dan TRZ. Polisi belum mengumumkan status hukum keempatnya secara lebih rinci.
Peran masing-masing terduga pelaku masih didalami penyidik. Proses penyelidikan terus berlangsung untuk mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.
Polresta Denpasar memastikan kasus ini ditangani secara serius. Perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik secara bertahap. Hingga berita ini diturunkan, proses hukum atas kasus tersebut masih berjalan.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan warga negara asing, baik sebagai korban maupun terduga pelaku. Kuta merupakan salah satu kawasan wisata tersibuk di Bali yang kerap dikunjungi turis mancanegara.
Comments (0)