Tuding Turnamen Diatur untuk Messi cs, Mesir Desak FIFA Investigasi Wasit
KAIRO — Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi melayangkan protes keras kepada FIFA, menuntut investigasi menyeluruh terhadap seluruh perangkat wasit
KAIRO — Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi melayangkan protes keras kepada FIFA, menuntut investigasi menyeluruh terhadap seluruh perangkat wasit yang memimpin laga kontra Argentina. Langkah ini diambil setelah kekalahan kontroversial yang dinilai sarat keberpihakan demi meloloskan Lionel Messi dan kawan-kawan ke babak selanjutnya.
Kronologi Kemarahan Mesir
- Menit 34: Gol Mohamed Salah dianulir wasit utama Francois Letexier (Prancis) setelah tinjauan VAR yang dinilai janggal. Tayangan ulang menunjukkan posisi Salah onside tipis.
- Menit 58: Penalti kontroversial diberikan untuk Argentina setelah Lautaro Martinez jatuh di kotak terlarang. Kontak minimal dinilai EFA tidak layak menjadi dasar hukuman titik putih.
- Menit 73: Kartu merah langsung untuk bek Mesir, Ahmed Hegazi, akibat tekel yang oleh banyak pengamat internasional hanya layak diganjar kartu kuning.
- Menit 89: Gol kedua Argentina tercipta dari skema yang berawal dari lemparan ke dalam—yang menurut rekaman seharusnya menjadi milik Mesir. Wasit garis tak mengoreksi keputusan tersebut.
Pola Keberpihakan Sistemik
EFA menegaskan bahwa ini bukan sekadar human error biasa. Dalam surat resmi setebal 14 halaman yang dikirim ke Zurich, mereka memaparkan bukti statistik dan visual yang menunjukkan pola sistematis. Letexier, yang sebelumnya juga menjadi sorotan di final Piala Dunia U-20 2023, diduga kuat memiliki rekam jejak keputusan kontroversial yang menguntungkan tim-tim raksasa.
Data kunci: Sepanjang turnamen, Argentina menerima 0 kartu merah dalam 5 pertandingan, sementara lawan-lawannya mengoleksi 4 kartu merah. Rasio pelanggaran berbanding kartu Argentina juga menjadi yang terendah di antara seluruh semifinalis.
Respons FIFA dan Tekanan Publik
Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, tagar #FIFAInvestigateLetexier telah menjadi trending topic global dengan lebih dari 2,3 juta cuitan dalam 6 jam pertama pasca-pertandingan. Desakan juga datang dari legenda sepak bola Afrika, termasuk Didier Drogba dan Samuel Eto'o, yang secara terbuka mempertanyakan integritas kompetisi.
Jika investigasi ini berlanjut dan terbukti, ini bisa menjadi skandal terbesar FIFA sejak kasus korupsi 2015. Mesir mengancam akan membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) apabila FIFA tidak merespons dalam 72 jam ke depan.
Comments (0)