Sep 29, 2026
Hukum

150 Pastor Katolik Berbaris ke Vatikan Desak Hentikan Genosida Gaza

Beritatercepat.com, Roma — Sekitar 150 tokoh rohani Katolik menggelar aksi long march melintasi Kota Roma menuju Vatikan. Mereka menuntut penghentian apa y

150 Pastor Katolik Berbaris ke Vatikan Desak Hentikan Genosida Gaza

Beritatercepat.com, Roma — Sekitar 150 tokoh rohani Katolik menggelar aksi long march melintasi Kota Roma menuju Vatikan. Mereka menuntut penghentian apa yang they sebut sebagai "genosida" Israel di Jalur Gaza. Aksi damai ini menjadi salah satu protes terbesar dari kalangan gereja terhadap konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Pawai yang berlangsung pada hari Selasa waktu setempat ini diikuti oleh para pastor, uskup, biarawan, dan biarawati dari berbagai ordo katolik. Mereka mengenakan jubah keagamaan lengkap sambil membawa pesan perdamaian yang tajam. Massa bergerak dari pusat kota Roma menuju kawasan Basilika Santo Petrus.

Kronologi Jalannya Aksi Long March

  1. Pukul 09.00 waktu setempat: Massa berkumpul di titik awal di pusat Kota Roma. Mereka membawa ranting zaitun sebagai simbol perdamaian dan poster besar bergambar Bunda Maria memangku anak yang kurus kering dengan tulisan "Christ Died in Gaza".
  2. Pertengahan rute: Pawai berhenti sejenak di dekat Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Di sini mereka melakukan doa bersama dan pembacaan nama-nama korban.
  3. Pukul 11.30: Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kedutaan Besar Palestina dan Lebanon di Roma untuk menyampaikan dukungan solidaritas.
  4. Pukul 13.00: Aksi berakhir di depan kantor pusat perusahaan manufaktur senjata Italia, Leonardo, yang diketahui memasok persenjataan ke Israel.

Sepanjang perjalanan, para peserta membentangkan spanduk putih raksasa. Spanduk itu memuat nama ratusan anak Palestina dan Lebanon yang tewas akibat serangan udara Israel. Aksi ini menyita perhatian warga Roma dan wisatawan yang melintas di sekitar lokasi.

"Kami membawa nama-nama anak-anak ini karena mereka bukan sekadar angka. Mereka adalah nyawa yang hilang akibat kekejaman yang terus berlanjut. Dunia tidak boleh tinggal diam," ujar salah satu peserta aksi.

Seruan Keras di Depan Produsen Senjata

Momen paling menegangkan terjadi saat rombongan tiba di depan markas Leonardo. Uskup Agung Italia, Franco Moscone, menyampaikan orasi lantang. Ia meminta agar Mahkamah Kriminal Internasional segera menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap para eksekutif industri senjata yang terlibat dalam pasokan militer ke Israel.

Moscone sebelumnya memang dikenal kritis. Ia pernah membandingkan tindakan Israel di Gaza dengan metode Nazi dan mendesak negara-negara Eropa untuk mempertimbangkan pencabutan pengakuan terhadap Israel.

"Senjata yang kalian produksi hari ini akan menjadi bukti kejahatan besok. Tidak ada tempat bagi kalian di hadapan hukum internasional," tegas Moscone di depan massa.

Aksi ini diorganisir oleh kelompok Priests Against Genocide, sebuah jaringan internasional yang menaungi para rohaniwan Katolik dari berbagai negara. Mereka menuntut Vatikan untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap kebijakan militer Israel di Gaza.

Desakan Kepada Vatikan dan Dunia Internasional

Dalam pernyataan resminya, Priests Against Genocide mendesak Paus Fransiskus untuk secara terbuka mengecam operasi militer Israel. Mereka juga meminta Vatikan menggunakan pengaruh diplomatiknya untuk mendorong gencatan senjata permanen.

  • Desakan utama: Penghentian total operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon.
  • Tuntutan hukum: Penangkapan para eksekutif industri senjata yang memasok peralatan militer.
  • Seruan diplomatik: Pencabutan pengakuan negara-negara Eropa terhadap Israel jika pelanggaran HAM berlanjut.
  • Dukungan kemanusiaan: Pembukaan jalur bantuan penuh ke Jalur Gaza tanpa hambatan.

Aksi ini menambah tekanan publik terhadap Vatikan yang selama ini cenderung berhati-hati dalam konflik Israel-Palestina. Meski Paus Fransiskus telah beberapa kali menyerukan perdamaian, banyak kalangan rohaniwan menilai sikap itu belum cukup. Mereka ingin ada tindakan konkret, bukan sekadar seruan moral.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Vatikan belum memberikan komentar resmi terkait aksi long march tersebut. Sementara itu, massa aksi membubarkan diri dengan damai setelah menyampaikan orasi terakhir di depan kantor Leonardo.

📌 Rute: Pusat Roma → Lapangan Santo Petrus → Kedubes Palestina & Lebanon → Kantor Leonardo 📌 Simbol: Ranting zaitun, poster "Christ Died in Gaza", spanduk nama anak korban 📌 Tuntutan: Hentikan operasi militer Israel, tangkap eksekutif industri senjata 📌 Orator: Uskup Agung Franco Moscone Aksi digelar oleh Priests Against Genocide. Vatikan belum berkomentar. Selengkapnya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User