Trump Janji Tarik 2.000 Pasukan AS Akhir September

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan menarik seluruh pasukan tempur AS dari Irak paling lambat akhir September 2026. Janji itu

Jul 15, 2026 - 17:09
0 0
Trump Janji Tarik 2.000 Pasukan AS Akhir September

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan menarik seluruh pasukan tempur AS dari Irak paling lambat akhir September 2026. Janji itu disampaikan langsung saat menerima kunjungan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia’ Al-Sudani, di Gedung Putih pada Selasa (15/7). Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam itu, kedua pemimpin juga menyepakati kerja sama pembelian minyak mentah Irak oleh AS dalam jumlah besar.

Pertemuan Bersejarah di Gedung Putih

PM Al-Sudani tiba di Washington dengan agenda utama meminta kepastian jadwal penarikan pasukan asing dari wilayah Irak. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama bagi seorang perdana menteri Irak ke Gedung Putih sejak 2023. Trump menyambut Al-Sudani di Oval Office dan langsung membuka pertemuan dengan pernyataan tegas: “Kami akan membawa pulang semua tentara kami. Misi sudah selesai.”

Jumlah pasukan AS di Irak saat ini sekitar 2.000 personel, yang sebagian besar berstatus penasihat dan pelatih bagi militer Irak pasca-berakhirnya misi tempur anti-ISIS pada 2021. Trump menekankan bahwa penarikan ini merupakan bagian dari kebijakan "America First" untuk mengurangi keterlibatan militer di luar negeri.

Kesepakatan Penarikan Pasukan

Menurut pernyataan bersama yang dirilis seusai pertemuan, penarikan akan dilakukan secara bertahap mulai Agustus 2026 dan dijadwalkan rampung pada 30 September 2026. Seluruh pasukan tempur AS akan meninggalkan Irak, sementara sejumlah kecil personel teknis akan tetap berada di bawah naungan Kedutaan Besar AS untuk mengawasi kerja sama pertahanan non-tempur.

“Kami menghormati kedaulatan Irak. Tentara kami telah berjuang bersama rakyat Irak melawan terorisme, dan kini saatnya mereka pulang dengan hormat,” kata Trump.

Rincian Pembelian Minyak Irak

Sebagai bagian dari kesepakatan, AS berkomitmen meningkatkan impor minyak mentah dari Irak hingga 300.000 barel per hari mulai kuartal IV-2026, naik dari rata-rata 200.000 barel per hari saat ini. Langkah ini dinilai saling menguntungkan: Irak memperoleh jaminan pasar bagi produksinya, sementara AS menambah pasokan energi domestik di tengah fluktuasi harga global.

Seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa kontrak pembelian minyak itu akan menjadi “paket transisi ekonomi” yang membantu Irak memperkuat kemandirian fiskal pascapenarikan pasukan AS.

Timeline Kehadiran Militer AS di Irak

  1. 2003: Invasi pimpinan AS menggulingkan rezim Saddam Hussein.
  2. 2011: Penarikan total pasukan tempur AS di bawah pemerintahan Obama.
  3. 2014: Ribuan tentara AS kembali ke Irak untuk memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
  4. 2021: Misi tempur AS di Irak resmi berakhir; 2.500 personel dialihkan ke peran penasihat.
  5. 2026: Trump menjanjikan penarikan 2.000 pasukan tersisa pada 30 September.

Reaksi dan Analisis

Kesepakatan ini mendapat sambutan beragam dari pengamat Timur Tengah. “Penarikan ini memang mengurangi beban militer AS, tetapi meninggalkan vakum yang bisa diisi Iran dengan cepat,” kata analis keamanan dari Brookings Institution, Michael O’Hanlon. Di sisi lain, Al-Sudani menyatakan bahwa Irak siap menjaga keamanan domestik secara mandiri.

Di Baghdad, ribuan pendukung milisi pro-Iran menggelar unjuk rasa menyambut keputusan tersebut. Sementara itu, para pemimpin Kurdi di Irak utara menyuarakan kekhawatiran bahwa tanpa kehadiran AS, stabilitas kawasan rawan konflik akan terancam.

Selain minyak, kerja sama bilateral yang disepakati juga mencakup transfer teknologi pertanian dan proyek infrastruktur senilai USD 2 miliar yang akan didanai oleh perusahaan swasta AS.

Tantangan Implementasi

Meski pernyataan publik bernada optimistis, sejumlah tantangan teknis masih membayangi. Logistik penarikan ribuan personel beserta peralatannya dalam waktu kurang dari tiga bulan memerlukan perencanaan rumit. Belum lagi negosiasi detail status of forces agreement (SOFA) baru yang harus diratifikasi parlemen Irak.

“Kami percaya bahwa jadwal ini realistis. Koordinasi antara militer kedua negara sudah berjalan intensif,” ujar Menteri Pertahanan AS. Di sisi Irak, parlemen akan menggelar sidang straordinaria pada pekan depan untuk membahas kerangka hukum penarikan tersebut.

Apabila berjalan sesuai rencana, 30 September 2026 akan menjadi kali pertama dalam lebih dari dua dekade Irak sepenuhnya bebas dari pasukan tempur Amerika Serikat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User