Topan Bavi Picu Gelombang Besar di Pesisir Zhejiang

Pesisir Kota Wenling di Provinsi Zhejiang, China timur, diguncang gelombang setinggi 5–7 meter pada Jumat (10/7/2026) sore. Gulungan air laut menghantam ta

Jul 12, 2026 - 17:38
0 0
Topan Bavi Picu Gelombang Besar di Pesisir Zhejiang

Pesisir Kota Wenling di Provinsi Zhejiang, China timur, diguncang gelombang setinggi 5–7 meter pada Jumat (10/7/2026) sore. Gulungan air laut menghantam tanggul dan merangsek ke area pemukiman, memaksa ribuan warga mengungsi ke dataran tinggi. Fenomena ini merupakan kiriman awal dari Topan Bavi, badai tropis yang menguat dengan cepat di Laut Filipina dan sedang bergerak menuju daratan China. Topan Bavi tercatat memiliki kecepatan angin maksimal 185 km/jam dengan tekanan pusat 945 hPa, setara badai kategori 4. Gelombang besar disertai angin kencang merobohkan sejumlah kios di tepi pantai dan menggenangi jalan utama dengan air setinggi lutut.

Badan Meteorologi China (CMA) menyatakan pusat badai pada pukul 13.00 waktu setempat berada sekitar 200 km timur laut Wenling dan bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 20 km/jam. Suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya menjadi bahan bakar intensifikasi topan yang terjadi dalam 24 jam terakhir. “Ini adalah salah satu penguatan tercepat yang kami amati musim ini,” ujar Dr. Chen Lin, ahli meteorologi CMA. “Topan Bavi mampu melipatgandakan energinya karena kondisi Samudra Pasifik yang sangat mendukung.”

“Kami belum pernah melihat gelombang sebesar ini sejak Topan Lekima menghancurkan desa kami pada 2019,” ujar Wei Jiang, nelayan setempat yang membantu tetangganya mengamankan perahu. “Air sudah naik ke jalan depan rumah. Kami hanya bisa berharap topan ini tidak seganas dulu.”

Ancaman Topan Bavi yang Menguat

Data satelit menunjukkan bahwa Topan Bavi membentuk dinding mata yang kokoh dan radius angin kencang mencapai 150 km. Peringatan merah—level tertinggi—telah dikeluarkan untuk seluruh pesisir Zhejiang dan bagian selatan Shanghai. Gelombang badai diperkirakan mencapai 3–5 meter di atas pasang normal, mengancam pemukiman rendah di Wenling, Taizhou, dan Wenzhou. Sektor perikanan dan pelabuhan setempat langsung lumpuh: puluhan kapal penangkap ikan terpaksa bersandar dan tidak melaut hingga kondisi dinyatakan aman.

Model cuaca CMA memperkirakan mata topan akan mendarat pada Sabtu (11/7/2026) dini hari di dekat perbatasan Wenling-Taizhou. Saat itu, kecepatan angin bisa melemah sedikit menjadi 165 km/jam, namun volume hujan ekstrem—diprediksi hingga 300 mm dalam 24 jam—menjadi ancaman utama berupa banjir bandang dan longsor di perbukitan Zhejiang. Curah hujan ini bisa memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Taifun Fitow (2013) yang memicu banjir besar di provinsi yang sama.

Dampak Gelombang dan Respons Warga

Di Kelurahan Shitang, Wenling, gelombang besar merusak 37 rumah dan dua tempat ibadah yang terletak dekat garis pantai. Tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini, tetapi tiga warga mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan. Pemerintah setempat telah mengevakuasi lebih dari 12.000 orang ke 45 titik pengungsian yang disiapkan di sekolah, balai desa, dan fasilitas umum. Dapur umum mulai beroperasi, sementara pasokan air bersih dan obat-obatan terus didistribusikan melalui jalur darurat.

Seluruh aktivitas di Pelabuhan Wenling dihentikan pukul 15.00, sedangkan Bandara Internasional Wenzhou Longwan menutup runway mulai pukul 18.00. Kereta cepat Hangzhou–Wenzhou juga membatalkan sejumlah perjalanan. Lin Yuhua, seorang pemilik toko kelontong, mengaku pasrah. “Saya sudah mengamankan barang-barang ke lantai dua. Kalau airnya naik lagi, kami akan mengungsi ke rumah saudara di bukit,” katanya dengan nada cemas.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tapi jangan meremehkan ancaman topan ini,” tegas Li Xin, juru bicara Pusat Penanggulangan Bencana Zhejiang. “Prioritas kami adalah keselamatan jiwa. Sebanyak 5.000 personel SAR telah dikerahkan bersama perahu karet, tenda, dan logistik untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Kami juga mengaktifkan sistem peringatan dini via SMS dan radio komunitas.”

Langkah Pemerintah Hadapi Badai

Pemerintah Provinsi Zhejiang menetapkan status darurat bencana pada Jumat sore. Posko terpadu didirikan di Wenling dan Wenzhou untuk mengoordinasikan evakuasi, pencarian korban, dan perbaikan fasilitas. Beberapa langkah konkret diambil:

1. Penghentian total aktivitas pesisir: semua pantai wisata ditutup, perahu nelayan dilarang melaut, dan industri tambak udang dihentikan sementara.
2. Pengamanan infrastruktur penting: tanggul-tanggul kritis diperkuat dengan karung pasir, pompa air bergerak disiagakan di titik rawan banjir.
3. Distribusi bantuan: 50 ton beras, selimut, dan obat-obatan telah dikirim ke gudang penyangga Wenling untuk mencegah kelangkaan.
4. Kesiapsiagaan medis: rumah sakit di zona merah menambah stok darah dan menyiapkan ruang isolasi untuk kemungkinan korban massal.

Sektor swasta turut bergerak. Perusahaan teknologi besar seperti Alibaba dan Tencent mengaktifkan portal donasi digital dan menyebarkan informasi evakuasi melalui aplikasi populer. Relawan dari berbagai universitas di Zhejiang diterjunkan ke dapur umum dan pos kesehatan keliling.

Sejarah Topan di Zhejiang dan Pelajaran Masa Lalu

Zhejiang bukan wilayah asing terhadap amukan topan. Provinsi ini kerap menjadi langganan badai Pasifik barat yang terbentuk antara Mei dan November. Topan Lekima (2019) menewaskan 56 orang dan menyebabkan kerugian ekonomi US$5,6 miliar, sementara Super Topan Saomai (2006) memecahkan rekor kecepatan angin hingga 220 km/jam tepat di Wenling. Pemulihan pascabencana selalu menguras anggaran daerah, namun kesiapsiagaan meningkat dari tahun ke tahun. Kali ini, pengalaman kelam itu menjadi alasan otoritas tidak mau mengambil risiko, dengan melakukan evakuasi dini bahkan sebelum topan mendarat.

Sejumlah pakar mengapresiasi langkah cepat Zhejiang. “Evakuasi dini adalah kunci. Meski menimbulkan ketidaknyamanan, itu bisa menyelamatkan ribuan nyawa,” ujar Profesor Wang Ming dari Institut Meteorologi Shanghai. “Yang perlu diwaspadai adalah potensi banjir susulan akibat hujan ekstrem yang bisa bertahan dua hari setelah topan melintas.”

Menjelang malam, langit Wenling berwarna keabuan dan hujan kian deras. Warga yang masih bertahan di rumah panggung berharap tanggul alam perbukitan karang mampu meredam gelombang. Bagi mereka, Topan Bavi adalah ujian sekaligus pengingat bahwa alam bisa begitu garang dan manusia hanya bisa bersiap.

[SOCIAL_TWEET]: Gelombang raksasa hingga 7 meter menerjang Wenling, Zhejiang, jelang Topan Bavi mendarat. 12.000 warga dievakuasi, pelabuhan & bandara ditutup. Peringatan merah berlaku, akankah Bavi jadi salah satu topan terkuat musim ini? #TopanBavi #Zhejiang #BencanaAlam[SOCIAL_TG]: 🌊⚠️ Topan Bavi semakin mengancam Zhejiang! Gelombang besar terjang Wenling, ribuan orang mengungsi. Pemerintah tetapkan status darurat. Tetap safe, ya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User