Tito Karnavian: Lulusan IPDN Harus Jadi Agen Perubahan
JATINANGOR, DETIK INI JUGA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir langsung di wisuda IPDN. Ratusan lulusan program pemerintahan resmi dilantik.Fakta Cepat Wisuda IPDNLokasi: Kampus IPDN, Jatina...
JATINANGOR, DETIK INI JUGA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir langsung di wisuda IPDN. Ratusan lulusan program pemerintahan resmi dilantik.
Fakta Cepat Wisuda IPDN
- Lokasi: Kampus IPDN, Jatinangor.
- Program: Sarjana Terapan, Magister Terapan, Doktor, dan Profesi Kepamongprajaan.
- Jumlah Wisudawan: 1.247 orang.
- Pesan Utama: Integritas dan reformasi birokrasi.
Dalam pidatonya, Tito menekankan pentingnya karakter bagi aparatur negara. “Saudara adalah ujung tombak pelayanan,” tegasnya.
Mendagri mengingatkan bahaya korupsi di tubuh birokrasi. “Jangan pernah tergoda. Layani rakyat dengan tulus,” ujarnya.
Wisuda kali ini mencetak calon pamong praja yang siap bertugas. Mereka telah ditempa dengan kurikulum berbasis kompetensi.
IPDN terus bertransformasi. Kampus ini sekarang mengadopsi teknologi digital dalam pembelajarannya.
Tito mengapresiasi kerja keras para dosen dan pembina. “Anda telah melahirkan pemimpin masa depan,” katanya.
Para lulusan diwajibkan mengikuti program magang di daerah terpencil. Hal ini untuk mengasah kepekaan sosial mereka.
Reformasi birokrasi menjadi isu sentral dalam sambutan Mendagri. Ia menyebutnya sebagai “work in progress” yang membutuhkan komitmen semua pihak.
Tito juga menyinggung pentingnya netralitas ASN. Jangan sampai birokrasi dirusak oleh kepentingan politik praktis.
Sidang senat terbuka berlangsung khidmat. Para orang tua wisudawan tampak haru menyaksikan anak mereka diwisuda.
Upacara ditutup dengan pembacaan janji pamong praja. Seluruh lulusan berikrar mengabdi sepenuh hati kepada negara.
Dengan lulusnya ribuan pamong praja baru, harapan akan birokrasi yang bersih dan profesional semakin besar.
IPDN didirikan untuk mencetak kader pemerintahan profesional. Sejak reformasi, institusi ini terus membenahi diri.
Kurikulum baru menekankan praktik lapangan dan studi kasus nyata. Mahasiswa dibekali kemampuan analisis kebijakan publik.
Presiden menargetkan birokrasi kelas dunia pada 2045. IPDN menjadi salah satu tulang punggungnya.
Salah satu wisudawan, Andi, mengaku bangga. “Ini awal pengabdian kami,” tuturnya.
Untuk masuk IPDN, calon mahasiswa harus melewati seleksi ketat. Hanya yang terbaik yang lolos.
Ikrar pamong praja mengandung sumpah setia pada Pancasila dan UUD 1945. Mereka berjanji menjaga keutuhan NKRI.
Lulusan IPDN nantinya akan ditempatkan di seluruh pelosok Nusantara. Mereka siap mengabdi di daerah 3T.
Mendagri juga mendorong lulusan melek teknologi. E-government harus segera diimplementasikan di semua daerah.
Tantangan birokrasi ke depan meliputi korupsi, inefisiensi, dan mentalitas feodal. Tito menegaskan bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri.
Namun, Tito optimistis. “Dengan kader baru, kita bisa berubah,” ujarnya menutup pidato.
Prosesi wisuda berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional. Acara ini menampilkan tarian daerah sebagai simbol kebinekaan.
Para tamu undangan dari berbagai kementerian turut hadir. Mereka memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan.
Mendagri berpesan agar lulusan terus belajar. “Jangan berhenti berinovasi,” pesannya.
IPDN juga menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas luar negeri. Pertukaran mahasiswa rutin dilakukan untuk memperluas wawasan.
Dengan bekal ilmu pemerintahan, lulusan diharapkan mampu mewujudkan tata kelola yang baik. Clean government adalah tujuan bersama.
Tito menekankan pentingnya kepemimpinan yang melayani. “Pamong praja adalah pelayan rakyat, bukan penguasa,” katanya.
Wisuda ini menjadi bukti nyata kaderisasi pemerintahan. Negara terus membutuhkan pemimpin yang amanah.
Acara diakhiri dengan doa bersama. Semua hadirin berharap lulusan sukses mengemban tugas.
Comments (0)